10 Negara dengan Utang Terbesar ke China, Nomor 1 Kekayaan Tambangnya Dikuasai

Sabtu, 27 Mei 2023 - 08:27 WIB
loading...
10 Negara dengan Utang...
Banyak negara yang memiliki utang besar ke China. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Langkah Kongo yang memperjuangan jatah lebih besar atas kekayaan tambangannya yang saat ini dikuasai perusahaan China harus diacungi jempol. Dalam sebuah dokumen yang diketahui Reuters, Kongo berusaha meningkatkan kepemilikan sahamnya dalam usaha patungan dengan perusahaan China menjadi 70%, dari sebelumnya hanya 32%.

Baca juga: Angkat Jempol! Tak Mau Tambangnya Dikuasai China, Kongo Minta Jatah Lebih Besar

Penguasaan tambang Kongo oleh China memang tak lepas dari skema investasi dan utang yang diberikan China kepada banyak negara berkembang yang tengah gencar membangun infrastrukturnya, termasuk Kongo. Melalui strategi “Going Global” dan Belt and Road Initiative, China telah muncul sebagai kreditur resmi terbesar di dunia.

Kongo merupakan salah satu negara yang memiliki utang terbesar kepada China. Bahkan, negara itu menduduki posisi teratas. Kekayaan tambang Kongo diperkirakan lebih dari Rp1.305 triliun

Maraknya investasi dan utang China merupakan kondisi untuk mengisi kekosongan dalam pasar pembiayaan pembangunan kepada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, yang menurut pemerintah AS, biaya pembangunan infrastruktur masa depan yang diperlukan melebihi USD40 triliun.

Negara-negara berkembang membutuhkan infrastruktur fisik dan digital--termasuk jalan, jalur pipa, dan jaringan serat optik--untuk mengangkut orang, barang, dan informasi guna menumbuhkan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup warganya.

Bagi banyak negara, terutama yang memiliki risiko kredit tinggi, China kini menjadi lender of first resort. Menurut AidData, sebuah laboratorium penelitian yang diselenggarakan di William & Mary, komitmen pembiayaan pembangunan internasional tahunan China melebihi komitmen AS dan kekuatan besar lainnya dengan basis 2 banding 1 atau lebih.

Melansir globelynews.com, lonjakan bantuan, pembiayaan, dan investasi luar negeri China telah memicu tuduhan “diplomasi perangkap utang.” Kritikus China menuduh bahwa strategi itu bertujuan untuk membebani negara-negara berkembang dalam pinjaman, memaksa mereka untuk membuat konsesi strategis--seperti memberikan akses jangka panjang ke pelabuhan komersial yang mungkin memiliki nilai militer--dengan imbalan restrukturisasi atau pengampunan utang.

Venezuela adalah negara dengan eksposur utang terbesar ke China, dalam hal pinjaman langsung (tidak termasuk kepemilikan portofolio), menurut studi AidData tahun 2021, dengan total USD74,7 miliar. Angola datang berikutnya (USD39,9 miliar), diikuti oleh Pakistan (USD24,4 miliar), Ethiopia (USD10,9 miliar), dan Sri Lanka (USD10,4 miliar).

Penerima pembiayaan China lainnya semuanya adalah negara dengan ekonomi dengan ukuran yang berbeda-beda. Secara umum, semakin besar ekonomi, semakin banyak utang yang mampu diambil suatu negara. Jadi, metrik yang lebih berharga bagi negara-negara yang menghadapi risiko terbesar dalam meminjam dari China adalah rasio utang terhadap PDB, yang mewakili jumlah utang sebanding dengan output ekonomi (ukuran ukuran ekonomi).

Praktik pinjaman luar negeri China terkenal buram. Kurangnya transparansi sering dibangun ke dalam kontrak. Beijing menggerakkan pihak-pihak yang lebih lemah untuk menyetujui perjanjian non-disclosure. Akibatnya, ketentuan dan bahkan skala pinjaman Beijing sering dikaburkan.

Baik studi AidData maupun penelitian oleh para sarjana di Institut Kiel di Jerman juga menunjuk ke arah “hutang tersembunyi” dalam jumlah ratusan miliar dolar yang terutang ke China. Sebuah studi tahun 2021 oleh China Africa Research Initiative di Universitas Johns Hopkins memperkirakan bahwa utang aktual Zambia kepada China adalah dua kali lipat dari jumlah yang dilaporkan oleh pemerintah negara sebelumnya.

Baca juga: Rudal Barunya Mampu Jangkau Israel, Iran: AS-Prancis Keberatan Teheran Jadi Kuat

Beriktu adalah 10 negara yang berutang paling banyak ke China melalui pinjaman langsung, dalam hal rasio utang terhadap PDB, menurut AidData:

10. Zambia: 27%
9. Laos: 27,1%
8. Samoa: 29,4%
7. Kyrgyzstan: 29,9%
6. Suriname: 30,2%
5. Angola: 34,0%
4. Maldives: 37,8%
3. Djibouti: 40,3%
2. Equatorial Guinea: 46,8%
1. Kongo: 49,7%

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Rekomendasi
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Panja SPMB Cari Formula...
Panja SPMB Cari Formula Penerimaan Mahasiswa yang Adil dan Setara
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved