King Mswati III: Raja yang Menolak Utang China demi Taiwan

Selasa, 30 Mei 2023 - 13:00 WIB
loading...
King Mswati III: Raja...
King Mswati III. Foto/TheMailGuardian
A A A
JAKARTA - Sosok King Mswati III mungkin tampak asing bagi masyarakat umum. Dia adalah raja negara Eswatini yang pernah menolak penawaran utang China .

Baca juga: 10 Negara dengan Utang Terbesar ke China, Nomor 1 Kekayaan Tambangnya Dikuasai

Eswatini adalah sebuah negara kecil di selatan Afrika . Letaknya berada di antara Afrika Selatan dan Mozambik. Dulunya, negara berbentuk kerajaan ini bernama Swaziland.

Pada pemerintahannya, Eswatini sekarang dipimpin oleh King Mswati III. Tercatat, dia telah menjadi raja sejak tahun 1986 silam.

Profil King Mswati III

Mswati III lahir di Manzini, Swaziland. Dia merupakan putra dari Raja Sobhuza II dan salah satu istrinya yang bernama Ntombi Twala.

Mengutip Britannica, Mswati III memiliki gelar Pangeran Maskhosetive (Raja Segala Bangsa). Dalam riwayat pendidikannya, dia sempat belajar di Swaziland sebelum akhirnya pindah ke Sherborne School, Inggris.

Ayahnya meninggal pada tahun 1982. Namun, dia harus menunggu sampai dewasa untuk bisa menggantikannya.

Sempat terjadi perebutan kekuasaan, Mswati III mengambil mahkota ketika berusia 18 tahun. Dia dinobatkan pada 25 April 1986 dan masih memimpin sampai sekarang.

Meski masih sangat muda, Mswati III dengan cepat mengkonsolidasikan kekuasaannya. Seiring waktu, dia banyak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang kerap kali menjadi sorotan. Dari sekian banyak, salah satunya adalah ketika menolak tawaran utang dari China. Padahal, sejumlah negara Afrika lain diketahui telah banyak menerima bantuan dari Beijing dari waktu ke waktu.

Menolak Utang China


China adalah mitra dagang terbesar sejumlah negara Afrika. Beberapa negara di kawasan ini bahkan memiliki ketergantungan yang cukup besar pada utang Beijing.

Akan tetapi, ternyata ada negara yang tidak menginginkan bantuan China dan telah menolak penawaran utangnya. Dia adalah Eswatini yang dulunya bernama Swaziland.

Mengutip Washington Post, Senin (29/5/2023), Eswatini menjadi negara di kawasan Afrika yang tidak berminat dengan utang China. Pada tahun 2018 lalu, mereka bahkan tidak menghadiri KTT China-Afrika yang diselenggarakan.

Dari sekian alasan, salah satu kemungkinan terbesarnya adalah hubungan Eswatini dengan Taiwan. Seperti yang diketahui, negara yang dipimpin King Mswati III ini menjadi satu dari sedikit negara Afrika yang mengakui kedaulatan Taiwan.

Baca juga: 8 Destinasi Wisata untuk Bersantai Tahun Ini, Nomor 6 Bikin Males Pulang

Di samping penolakannya terhadap investasi China, Eswatini juga menerima investasi dari Taiwan dalam proyek infrastruktur lokal.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Rekomendasi
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Infografis
Vajiralongkorn, Raja...
Vajiralongkorn, Raja Terkaya di Dunia yang Miliki 52 Kapal Emas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved