APBN RI Defisit 1,8%, Lebih Unggul dari AS dan China
Selasa, 30 Mei 2023 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
"AS sekarang menghadapi defisit di angka 5,5% dan mereka juga dalam kondisi politik untuk menjelaskan apakah cap atau batas dari jumlah utang bisa dinaikkan. Karena, kalau tidak, mereka harus konsolidasi yang makin agresif," kata dia.
Dalam konteks ini, dia mengatakan Indonesia tidak terkecuali, tetapi speed dan level konsolidasi Indonesia jauh lebih cepat. Bahkan jika melihat Malaysia dan Thailand, pasca pandemi 2020 justru defisitnya bukan menurun tapi meningkat.
Baca Juga: Turun Drastis, Defisit APBN Hanya 1,22% per 14 Desember 2022
Lebih lanjut, defisit Thailand dari 4,7% ke 5,5% dan Malaysia dari 4,9% ke 5,3%. Kemudian, China membaik tetapi juga masih di 7,5%. Untuk India yang tadi pertumbuhannya tinggi, dibayar dengan defisit yang masih sangat lebar di 9,6%.
"Ini untuk menggambarkan bahwa instrumen fiskal di seluruh dunia digunakan dan memang harus hadir dalam melindungi ekonomi negara masing-masing. Namun kita akan upayakan APBN secara aktif dan efektif dan tetap hati-hati," tutur Sri Mulyani
Dalam konteks ini, dia mengatakan Indonesia tidak terkecuali, tetapi speed dan level konsolidasi Indonesia jauh lebih cepat. Bahkan jika melihat Malaysia dan Thailand, pasca pandemi 2020 justru defisitnya bukan menurun tapi meningkat.
Baca Juga: Turun Drastis, Defisit APBN Hanya 1,22% per 14 Desember 2022
Lebih lanjut, defisit Thailand dari 4,7% ke 5,5% dan Malaysia dari 4,9% ke 5,3%. Kemudian, China membaik tetapi juga masih di 7,5%. Untuk India yang tadi pertumbuhannya tinggi, dibayar dengan defisit yang masih sangat lebar di 9,6%.
"Ini untuk menggambarkan bahwa instrumen fiskal di seluruh dunia digunakan dan memang harus hadir dalam melindungi ekonomi negara masing-masing. Namun kita akan upayakan APBN secara aktif dan efektif dan tetap hati-hati," tutur Sri Mulyani
(nng)
Lihat Juga :