Induk Koperasi Tolak Kookmin Bank Kuasai Bukopin
Kamis, 23 Juli 2020 - 22:36 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah induk koperasi menolak tegas KB Kookmin Bank menjadi pemegang saham pengendali (PSP) di PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) . Penolakan dilakukan dengan menggelar aksi demonstrasi.
Ketua Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Ferry Juliantono mengungkapkan, aksi demonstrasi bertujuan mengajak masyarakat dan semua pihak menjaga kepentingan nasional di Bank Bukopin.
Alasan lainnya, membuka kembali opsi pembelian saham Bank Bukopin oleh gerakan koperasi dan pemerintah.Aksi demo ini sendiri dikatakannya merupakan inisiasi Inkoppas bersama dengan Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) dan induk koperasi lainnya.
"Berkaitan dengan rencana penguasaan saham mayoritas oleh Kook Min (Korea) di Bank Bukopin, kami dari gerakan koperasi yang terdiri dari perwakilan induk-induk koperasi dan elemen masyarakat yang menolak Bank Bukopin jatuh ke tangan asing, berencana melakukan protes ke Kementerian Keuangan besok siang,” kata Fery, Kamis (23/7).
Ia menekankan Menkeu seyogyanya berpihak kepada nasional, serta menolak saham mayoritas untuk asing di Bank Bukopin. Karenanya, salah satu tuntutan yang akan disuarakan dalam unjuk rasa terkait penyelamatan Bukopin ini adalah meminta agar Menteri Keuangan Sri Mulyani mempertimbangkan untuk memprioritaskan saham pemerintah, nasional, termasuk koperasi di Bank Bukopin.
Selain sejumlah induk koperasi, saran terhadap pihak otoritas atas penyelamatan Bukopin turut disuarakan berbagai pihak, termasuk anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Vera Febyanthy. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kementerian Keuangan, OJK, LPS, dan Bank Indonesia, akhir Juni lalu, Vera meminta penjelasan khusus mengenai isu yang berkembang terkait penyelamatan Bukopin.
“Jangan sampai ada dugaan adanya pengarahan yang dilakukan OJK terhadap salah satu pemegang saham menambah modal yang tidak sesuai dengan kemampuan likuiditas mereka," kata Vera ketika itu.( Baca juga:Jawab Rencana Gugatan Pemilik Bukopin, OJK: Langkah Kami Sesuai Aturan )
Ketua Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Ferry Juliantono mengungkapkan, aksi demonstrasi bertujuan mengajak masyarakat dan semua pihak menjaga kepentingan nasional di Bank Bukopin.
Alasan lainnya, membuka kembali opsi pembelian saham Bank Bukopin oleh gerakan koperasi dan pemerintah.Aksi demo ini sendiri dikatakannya merupakan inisiasi Inkoppas bersama dengan Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) dan induk koperasi lainnya.
"Berkaitan dengan rencana penguasaan saham mayoritas oleh Kook Min (Korea) di Bank Bukopin, kami dari gerakan koperasi yang terdiri dari perwakilan induk-induk koperasi dan elemen masyarakat yang menolak Bank Bukopin jatuh ke tangan asing, berencana melakukan protes ke Kementerian Keuangan besok siang,” kata Fery, Kamis (23/7).
Ia menekankan Menkeu seyogyanya berpihak kepada nasional, serta menolak saham mayoritas untuk asing di Bank Bukopin. Karenanya, salah satu tuntutan yang akan disuarakan dalam unjuk rasa terkait penyelamatan Bukopin ini adalah meminta agar Menteri Keuangan Sri Mulyani mempertimbangkan untuk memprioritaskan saham pemerintah, nasional, termasuk koperasi di Bank Bukopin.
Selain sejumlah induk koperasi, saran terhadap pihak otoritas atas penyelamatan Bukopin turut disuarakan berbagai pihak, termasuk anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Vera Febyanthy. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kementerian Keuangan, OJK, LPS, dan Bank Indonesia, akhir Juni lalu, Vera meminta penjelasan khusus mengenai isu yang berkembang terkait penyelamatan Bukopin.
“Jangan sampai ada dugaan adanya pengarahan yang dilakukan OJK terhadap salah satu pemegang saham menambah modal yang tidak sesuai dengan kemampuan likuiditas mereka," kata Vera ketika itu.( Baca juga:Jawab Rencana Gugatan Pemilik Bukopin, OJK: Langkah Kami Sesuai Aturan )
Lihat Juga :