Pasang Jebakan Utang, Begini Cara China Sita Aset Pelabuhan Sri Lanka

Kamis, 01 Juni 2023 - 14:50 WIB
loading...
A A A
"Alih-alih memanfaatkan cadangan terbatas yang kami miliki dan merestrukturisasi utang di muka, kami terus melakukan pembayaran utang sampai kami kehabisan semua cadangan kami," kata Ali Sabry, menteri keuangan sementara Sri Lanka kepada Wall Street Journal. "Jika realistis, kita seharusnya pergi ke INF setidaknya 12 bulan sebelum kita melakukannya," kata dia.

Pinjaman China juga tampak besar di negara-negara lain yang dilanda utang. China menyumbang sekitar 30 persen dari utang luar negeri Zambia. Miliaran dolar dalam pendanaan China untuk fasilitas pembangkit listrik tenaga air dan infrastruktur kereta api sekarang membuat Laos gagal bayar utangnya.

Pejabat China dan komentator negara membenci kritik Barat terhadap metode mereka, dengan alasan bahwa itu mirip dengan paternalisme kolonial.

"Ini hanyalah kasus tipikal lain yang meninjau mentalitas masam dari dunia Barat yang dipimpin AS, tidak mau melihat kerja sama yang menguntungkan antara China dan lainnya, dan mereka tahu dengan jelas bahwa mereka telah kehilangan keuntungan dalam mengejar kolaborasi semacam itu."

Dalam kasus Sri Lanka, China bukanlah satu-satunya kreditur. India dan Jepang, di antara negara-negara lain, bertanggung jawab atas sebagian besar utang Sri Lanka dan juga terlibat dalam pembicaraan rumit mengenai pembayaran dan bantuan lebih lanjut. "Tetapi keterlibatan China dengan negara itu lebih mencolok dan bermasalah," kata Alan Keenan dari International Crisis Group.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Lesca Gadai Premier...
Lesca Gadai Premier Ubah Barang Mewah Jadi Aset Resiliensi Finansial
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Rekomendasi
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Laos Terbelit Utang...
Laos Terbelit Utang China Akibat Getol Bangun Infrastruktur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved