BRI Dorong Digitalisasi UMKM, Sinergikan Tiga Ekosistem
Jum'at, 24 Juli 2020 - 08:49 WIB
loading...
Direktur Utama Bank BRI Sunarso. Foto/Dok.BRI
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyinergikan tiga ekosistem sebagai terobosan untuk mengakselerasi digitalisasi segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tanah Air agar bertahan dan bangkit di tengah pandemi. Ketiga ekosistem tersebut yakni ekosistem pasar, ekosistem digital dan ekosistem desa. Dengan memadukan tiga ekosistem tersebut, Bank BRI tengah membangun ekosistem bisnis sebagai sumber pertumbuhan berkelanjutan.
Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan sesuai pengembangan roadmap digital, Bank BRI bertekad melayani masyarakat sebanyak-banyaknya dengan biaya seefisien mungkin melalui go smaller, go shorter dan go faster. "Situasi krisis akibat pandemi corona mendorong kami berinovasi lebih cepat. Kami menyinergikan tiga eksosistem sebagai cara kami mendigitalisasi UMKM agar terus bertumbuh, bangkit dari tekanan dampak corona," kata Sunarso, dalam Webinar Nasional The Future of Digital Banking, di Jakarta, Kamis (23/7/2020).
Baca Juga: BRI Sinergi dengan Kemenparekraf Permudah Layanan Traveling Millenial
Dalam sinergi tiga ekosistem tersebut, Bank BRI memberikan edukasi, pendampingan, infrastruktur dan branding serta promosi bagi pelaku usaha. Bentuk-bentuk dukungan tersebut dinilai sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM, selain faktor pembiayaan.
"Untuk ekosistem pasar misalnya, Bank BRI membantu pasar tradisional dengan memperkenalkan belanja online, baik melalui Whatsapp, website, mobile apps, maupun kerja sama dengan start up. Kami bangun web pasar yang mendukung hasil panen dari desa mengalir ke pasar lalu diserap oleh konsumen melalui belanja online. Jadi kami digitalisasi pasar tradisional," papar Sunarso.
Bank BRI berkomitmen untuk memperluas kehadiran web pasar sehingga semakin banyak pedagang tradisional yang diberdayakan dan jumlah pasar tradisional yang terdigitalisasi kian bertambah. Saat ini, Bank BRI memiliki 4.247 web pasar dengan jumlah pedagang terdaftar sebanyak 45.432 orang. Targetnya, Bank BRI dapat membangun 5.241 web pasar dan memberdayakan 52.410 orang.
"Potensi pasar tradisional di Indonesia ini mencapai 14.182 pasar dan jumlah pedagang sebanyak 2,54 juta orang. Kami mendedikasikan satu orang mantri di tiap-tiap pasar untuk memberi edukasi ke anggota ekosistem pasar, salah satunya terkait cashless society," paparnya.
Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan sesuai pengembangan roadmap digital, Bank BRI bertekad melayani masyarakat sebanyak-banyaknya dengan biaya seefisien mungkin melalui go smaller, go shorter dan go faster. "Situasi krisis akibat pandemi corona mendorong kami berinovasi lebih cepat. Kami menyinergikan tiga eksosistem sebagai cara kami mendigitalisasi UMKM agar terus bertumbuh, bangkit dari tekanan dampak corona," kata Sunarso, dalam Webinar Nasional The Future of Digital Banking, di Jakarta, Kamis (23/7/2020).
Baca Juga: BRI Sinergi dengan Kemenparekraf Permudah Layanan Traveling Millenial
Dalam sinergi tiga ekosistem tersebut, Bank BRI memberikan edukasi, pendampingan, infrastruktur dan branding serta promosi bagi pelaku usaha. Bentuk-bentuk dukungan tersebut dinilai sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM, selain faktor pembiayaan.
"Untuk ekosistem pasar misalnya, Bank BRI membantu pasar tradisional dengan memperkenalkan belanja online, baik melalui Whatsapp, website, mobile apps, maupun kerja sama dengan start up. Kami bangun web pasar yang mendukung hasil panen dari desa mengalir ke pasar lalu diserap oleh konsumen melalui belanja online. Jadi kami digitalisasi pasar tradisional," papar Sunarso.
Bank BRI berkomitmen untuk memperluas kehadiran web pasar sehingga semakin banyak pedagang tradisional yang diberdayakan dan jumlah pasar tradisional yang terdigitalisasi kian bertambah. Saat ini, Bank BRI memiliki 4.247 web pasar dengan jumlah pedagang terdaftar sebanyak 45.432 orang. Targetnya, Bank BRI dapat membangun 5.241 web pasar dan memberdayakan 52.410 orang.
"Potensi pasar tradisional di Indonesia ini mencapai 14.182 pasar dan jumlah pedagang sebanyak 2,54 juta orang. Kami mendedikasikan satu orang mantri di tiap-tiap pasar untuk memberi edukasi ke anggota ekosistem pasar, salah satunya terkait cashless society," paparnya.
Lihat Juga :