ASEAN BAC Dorong Kawasan Industri Jepang Percepat Nol Emisi Karbon

Senin, 05 Juni 2023 - 20:34 WIB
loading...
ASEAN BAC Dorong Kawasan...
ASEAN Business Advisory Council (ASEAN BAC) dalam rangkaian Pembukaan ASEAN Japan Business Week 2023 (AJBW 2023), Senin (5/6). FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - ASEAN Business Advisory Council ( ASEAN BAC ) dan JETRO (Japan External Trade Organization) berkoloborasi mendorong percepatan kawasan industri Jepang mencapai target nol emisi karbon .

Penandatanganan kerja sama (Memorandum Of Understanding/MoU) dilakukan oleh Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN BAC) yang juga Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid dengan Mr. Ishiguro Norihiko, Chairman di Tokyo, dalam rangkaian Pembukaan ASEAN Japan Business Week 2023 (AJBW 2023), Senin (5/6).

"MoU dimaksud untuk mempercepat proses transisi perusahaan-perusahaan di ASEAN untuk membantu perusahan Jepang dalam mencapai target-target aksi perubahan iklim," kata Muhammad Yusrizki, selaku penanggung jawab ASEAN Net Zero Hub, melalui pernyataan resmi.

Baca Juga: ASEAN-BAC Optimistis ASEAN Jadi Pusat Ekonomi Dunia di 2045

Sebagai salah satu legacy program ASEAN BAC, dia mengungkapkan bahwa MoU digagas oleh ASEAN BAC yang saat ini diketuai Indonesia. Lebih lanjut, Yusrizki mengatakan Jepang merupakan partner bisnis dan ekonomi utama bagi kawasan ASEAN, khususnya Indonesia.

Perubahan iklim yang sudah menjadi tantangan global tidak luput dari perhatian Jepang dan ASEAN dalam membangun kolaborasi menuju kawasan ASEAN yang rendah karbon.

"Keberlanjutan dan net zero adalah satu-satunya jalan bagi ASEAN untuk tetap tumbuh dan menjadi kekuatan ekonomi ke depan di tengah-tengah disrupsi ekonomi akibat dari Perubahan Iklim," kata Yusrizki.

Dia mendorong seluruh negara di ASEAN berkolaborasi untuk membangun Ekosistem Net Zero Emission (NZE) di kawasan ini dan mendorog semua perusahaan di ASEAN bertranformasi menjadi perusahan net zero carbon. "Inilah arti penting pembentukan ASEAN Net Zero Hub," sambung Yusrizki.

Yusrizki meyakinkan bahwa kolaborasi antara ASEAN BAC dengan JETRO tidak hanya menyangkut kerja sama dalam membuat pusat pengetahuan untuk perusahaan-perusahaan ASEAN. Kerjasama juga akan melakukan langkah-langkah konkret di dalam proses dekarbonisasi Industri, khususnya dengan memberikan asistensi pada perusahaan-perusahan untuk membuat rencana transisi yang kredibel dan pengenalan pada teknologi rendah karbon seperti efisiensi energi dan energi baru terbarukan (EBT).

Selain itu, kedua institusi juga bersepakat untuk mengembangkan riset dan pengembangan jaringan serta ‘business matching’ antara perusahaan Jepang dan perusahaan setiap negara ASEAN.

Masih dengan semangat tema ASEAN Matter: Epicentrum of Growth, kehadiran MoU ini diharapkan bisa diikuti oleh negara-negara partner ASEAN lain, seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, Inggris, China dan lain-lain. Dengan langkah itu ASEAN akan tetap menjadi pusat pertumbuhan dunia di tengah-tengah dinamika perubahan Iklim yang juga direspon oleh dunia bisnis.

Tanpa adanya kawasan ASEAN yang climate resilience, Yusrizki berpendapat cita-cita ASEAN untuk menjadi Epicentrum of Growth akan sulit terwujud. Pasalnya, banyak negara dan kawasan ekonomi di dunia sudah lebih dahulu bergerak ke arah itu, misalnya Uni Eropa dengan kebijakan perdagangannya yang disebut Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) cepat akan lambat memberikan dampak signifikan pada ekspor kawasan ASEAN ke Uni Eropa. "Pelaku usaha di ASEAN harus bergerak ke arah yang sama, yaitu net zero emission," tegas Yusrizki.

Baca Juga: ASEAN-BAC Ajak Pengusaha Inggris Investasi Penurunan Emisi Karbon

Lebih lanjut, Yusrizki berpendapat negara dan kawasan ekonomi yang menerapkan kebijakan perdagangan yang rendah karbon semestinya tidak hanya menetapkan pembatasan jumlah emisi pada setiap produk atau jasa yang diimpor akan tetapi juga perlu berkolaborasi dengan ASEAN utk membentuk renncana transisi menuju net zero dan juga ekosistem pendukung.

"Hal itu agar perusahaan-perusahaan ASEAN memiliki kesempatan untuk bersaing di ekonomi rendah karbon ini. Emisi Karbon memang sudah menjadi faktor competitiveness baru di dunia bisnis dan ekonomi saat ini," kata dia.

Dengan adanya ASEAN Net Zero Hub, diharapkan setiap negara ASEAN dapat menjadikan Kadin NZH sebagai referensi bagaimana country platform NZH bekerja untuk membangun ekosistem NZE di setiap negara ASEAN.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
Menuju Industri Hijau:...
Menuju Industri Hijau: PGN Rintis Ekosistem CCS demi Amonia Rendah Karbon
3 Opsi Sumber Pendapatan...
3 Opsi Sumber Pendapatan Daerah Potensial Selain Pajak Kendaraan Listrik
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan...
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan Arah Baru Percepat Dekarbonisasi Sektor Bisnis via Kolaborasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Rekomendasi
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved