Bos Bulog dan Bapanas Selow Tanggapi Rencana Vietnam Pangkas Ekspor Beras

Selasa, 06 Juni 2023 - 12:59 WIB
loading...
Bos Bulog dan Bapanas...
Vietnam berencana memangkas kuota ekspor beras menjadi 4 juta ton per tahun pada 2030. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Vietnam sebagai negara pemasok beras dunia berencana memangkas kuota ekspor beras menjadi 4 juta ton per tahun pada 2030 dari 7,1 juta ton pada tahun lalu. Hal ini bisa berdampak ke negara importir beras termasuk Indonesia.

Meski begitu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan hal tersebut bukan suatu masalah. Menurut dia, momen tersebut justru bisa dimanfaatkan Indonesia untuk memacu produksi lebih tinggi lagi.

"Ini waktunya Indonesia melakukan produksi. Tadi pas di rapat dijelaskan kenapa Bulog serapannya di bawah 1%, ini waktunya kita sama-sama produksi. Jadi, kalau produksinya lebih tinggi jauh di atas 31 juta (ton) itu akan sangat baik untuk kita," bebernya saat ditemui MNC Portal di gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Selasa (6/6/2023).

Senada, Direktur Utama Perum Bulog , Budi Waseso juga tak mempermasalahkan rencana Vietnam itu. Dia menilai, setiap negara pasti memiliki kebijakan masing-masing dan harus dihormati. AdapunIndonesia bisa mengambil alternatif negara lain sebagai pengganti Vietnam, seperti Thailand, India, Pakistan, ataupun Myanmar.

"Nggak apa-apa, karena itu kondisi situasi, negara-negara punya kebijakan. Sekarang kita harus mencari alternatif, Vietnam oke punya kebijakan itu, tapi ada Thailand, India, Pakistan, ya kita lihat saja," kata Buwas, sapaan akrab Budi Waseso.

Dia menambahkan, selama ini Indonesia tidak mematok jumlah pasti berapa ton beras yang dipasok dari Vietnam. Sehingga, dia tidak bisa menyebutkan berapa ton beras yang sekiranya mengurangi jatah masuk ke Tanah Air. "Saya tidak bergantung pada persen, ya begitu dia sanggup sekian, kita ambil, tergantung stok yang ada," tuturnya.

Baca juga: Indonesia Bisa Saja Terdampak Pemangkasan Kuota Ekspor Beras Vietnam

Untuk diketahui, Vietnam merupakan negara pengekspor beras terbesar ketiga di dunia setelah India, dan Thailand. Berdasarkan dokumen pemerintah Vietnam yang dikutip dari Reuters, pengurangan ekspor ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan.

“Pengurangan ekspor dilakukan untuk meningkatkan ekspor beras berkualitas tinggi, memastikan ketahanan pangan dalam negeri, melindungi lingkungan dan beradaptasi dengan perubahan iklim," tulis dokumen tersebut.

Nantinya, pengurangan ekspor akan berpengaruh terhadap pendapatan ekspor beras yang akan turun menjadi USD2,62 miliar per tahun pada 2030, turun dari USD3,45 miliar pada 2022.

Baca juga: Harga Gabah Naik ke Rp5.583 per Kg, Siap-siap Banderol Beras Ikutan Melonjak

Pada dokumen tersebut, disampaikan juga bahwa pada 2025 sekitar 60% dari ekspor beras Vietnam akan dikirim ke pasar Asia, 22% ke Afrika, 7% ke Amerika Serikat (AS), 4% ke Timur Tengah, dan 3% ke Eropa. Dengan demikian, ekspor beras Vietnam ke pasar Asia pada 2030 menjadi 55%, sedangkan Eropa 5%.

Vietnam disebut harus mempersiapkan diri dalam menjaga ketahanan pangan melalui pembatasan kuota ekspor menyusul terjadinya penyusutan lahan akibat perubahan iklim.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Lolos dari Blokade AS,...
Lolos dari Blokade AS, Tanker Raksasa Pengangkut 2 Juta Barel Minyak Lanjut Berlayar ke Vietnam
Selat Hormuz Ditutup,...
Selat Hormuz Ditutup, Stok Minyak Kilang Terbesar Vietnam Kritis
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Tepis Feri Amsari, HKTI...
Tepis Feri Amsari, HKTI Sebut Kondisi Riil Stok Beras Melimpah
Rekomendasi
Pelacak Bluetooth Android...
Pelacak Bluetooth Android dan iPhone Dijual Murah, Ini Harga dan Fitur Lengkapnya!
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved