Ketika Manisnya Gula Terasa Pahit Bagi Petani Tebu
Selasa, 13 Juni 2023 - 13:29 WIB
loading...
Petani tebu mengeluhkan harga pokok penjualan (HPP) gula petani yang tidak naik selama sekitar enam tahun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Petani tebu mengeluhkan harga pokok penjualan (HPP) gula petani yang tidak naik selama sekitar enam tahun. Adapun harga masih stagnan di kisaran Rp9.100 per Kg.
Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen mengatakan, petani tebu dibebankan dengan HPP yang tidak mengalami peningkatan.
Di sisi lain, unsur-unsur pendukung produksi gula mengalami kenaikan, mulai dari biaya tenaga kerja yang naik hingga 2 kali lipat, harga bahan bakar minyak (BBM) , hingga harga pupuk .
“Harga gula selama ini manis bagi konsumen, tapi pahit bagi petani tebu. Harga tenaga kerja dari Rp50.000 sudah naik hingga Rp100.000, harga BBM juga naik dan harga pupuk,” ujarnya dalam program Market Review IDX Channel, Selasa (13/6/2023).
Adapun harga pupuk merupakan faktor yang paling menjadi perhatian petani tebu. Pasalnya, petani harus merasakan kenaikan harga pupuk lantaran alokasi subsidi pupuk untuk petani tebu mengalami penurunan sejak tahun 2019 dan 2020.
Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen mengatakan, petani tebu dibebankan dengan HPP yang tidak mengalami peningkatan.
Di sisi lain, unsur-unsur pendukung produksi gula mengalami kenaikan, mulai dari biaya tenaga kerja yang naik hingga 2 kali lipat, harga bahan bakar minyak (BBM) , hingga harga pupuk .
“Harga gula selama ini manis bagi konsumen, tapi pahit bagi petani tebu. Harga tenaga kerja dari Rp50.000 sudah naik hingga Rp100.000, harga BBM juga naik dan harga pupuk,” ujarnya dalam program Market Review IDX Channel, Selasa (13/6/2023).
Adapun harga pupuk merupakan faktor yang paling menjadi perhatian petani tebu. Pasalnya, petani harus merasakan kenaikan harga pupuk lantaran alokasi subsidi pupuk untuk petani tebu mengalami penurunan sejak tahun 2019 dan 2020.
Lihat Juga :