Industri Gaming Makin Pesat, Ini Marketplace Gear Terbesar dan Pertama di Indonesia

Selasa, 13 Juni 2023 - 06:10 WIB
loading...
Industri Gaming Makin...
Masalah yang sering dihadapi masyarakat terkait barang-barang gaming dan gadget bekas adalah kurangnya kesadaran akan nilai jualnya dan sulitnya mengakses pasar yang tepat. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Masalah yang sering dihadapi masyarakat terkait barang-barang gaming dan gadget bekas adalah kurangnya kesadaran akan nilai jualnya dan sulitnya mengakses pasar gaming yang tepat. Banyak orang tidak menyadari bahwa barang-barang tersebut masih memiliki nilai jual yang layak, sehingga mereka seringkali membuangnya atau tidak memanfaatkannya secara maksimal.

Baca Juga: Siasat Menikmati Kue Industri Game lewat Situs

Selain itu, kurangnya pengetahuan tentang platform online untuk menjual barang bekas dan persaingan yang tinggi dalam pasar juga membuat sulit untuk menemukan pembeli yang potensial dan mencapai harga penjualan yang diinginkan.

Baca Juga: Sandiaga Uno Dorong Industri Game Lokal Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Game Consign, marketplace /e-commerce gaming terbesar di Indonesia, telah mempermudah para gamer dan penggemar gadget untuk menjual dan membeli barang-barang gaming.

Didirikan pada akhir 2018 oleh Bryan Erwan Tanael (23) dan William Dharmawan (23), Game Consign awalnya merupakan consignment store di Instagram. Pendiri dan CEO, Bryan, memiliki pengalaman dalam ekspor-impor dan jual beli sejak 2015.

Pada awalnya, pelanggan dapat menghubungi admin Game Consign melalui LINE atau WhatsApp untuk menjual atau membeli barang gaming. Setelah dua tahun dalam pengembangan aplikasi mobile, pada Januari 2023, Game Consign merilis aplikasi resmi mereka di Play Store dan App Store sebagai marketplace jual beli game dan gadget pertama dan terbesar di Indonesia.

"Kami berkomitmen untuk menyediakan platform yang aman dan terpercaya bagi para gamer dan penggemar gadget. Kami bangga telah membangun kepercayaan dari ratusan ribu pelanggan dan juga mendapatkan dukungan dari public figure dan selebriti ternama. Kami berterima kasih atas dukungan yang luar biasa dan kami akan terus berinovasi untuk meningkatkan layanan kami di Game Consign," ujar Pendiri dan CEO Game Consign, Bryan Erwan Tanael.

Berbeda dengan platform e-commerce tradisional yang lebih mengutamakan transaksi antara bisnis dan konsumen (B2C), Game Consign memungkinkan pengguna untuk menjual barang gaming dan gadget bekas mereka langsung kepada pembeli perorangan lainnya (C2C), sehingga memastikan proses penjualan yang mudah dan efisien. Fitur ini membuat Game Consign menjadi platform yang lebih memudahkan individu dalam menjual barang mereka.

Salah satu keunggulan utama menggunakan Game Consign adalah variasi pilihan pembayaran dan pengiriman yang tersedia untuk pengguna. Metode pembayaran yang diterima mencakup BCA, Mandiri, BNI, kartu kredit, dan lainnya.

Selain itu, Game Consign menyediakan beragam pilihan pengiriman seperti JNE, SiCepat, AnterAja, JNT, Cargo, dan Gosend, sehingga pengguna dapat memilih metode yang paling sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka.

Yang membuat Game Consign semakin menarik adalah sistem pembayaran yang cepat. Penjual dapat menarik hasil penjualan mereka segera setelah transaksi selesai, memastikan pengelolaan keuangan yang cepat dan nyaman.

"Setiap produk yang terdaftar di platform kami melalui proses persetujuan yang ketat oleh tim admin kami untuk menjaga standar kualitas tertinggi dan meminimalkan perbedaan antara barang yang terdaftar dan produk yang diterima oleh pembeli. Kami mengutamakan kepuasan pelanggan dan berusaha menciptakan lingkungan transaksi yang aman dan transparan," bebernya.

Selain itu, Game Consign juga menerapkan kebijakan harga yang adil, sehingga barang-barang yang terdaftar ditawarkan dengan harga pasar yang kompetitif. Strategi penetapan harga yang teliti ini mempertimbangkan faktor-faktor seperti tren pasar, merek, jenis barang, permintaan, dan pasokan untuk memberikan nilai terbaik kepada pengguna.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Marketplace kian ‘Sesak’,...
Marketplace kian ‘Sesak’, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
Euforia Pesta Belanja...
Euforia Pesta Belanja Tengah Tahun, Watsons 6.6 Mid Year Sale Makin Nyaman
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
Dorong Perkembangan...
Dorong Perkembangan Retail Herbal Digital dengan Sistem Modern
Industri Gaming Tumbuh...
Industri Gaming Tumbuh Pesat, Topup.id Tawarkan Transaksi Cepat dan Aman
Penerapan Rating IGRS...
Penerapan Rating IGRS Ditunda Sementara, Komdigi: Masih Tunggu Hasil Investigasi
Punya 100 Anak Belum...
Punya 100 Anak Belum Cukup, Miliarder China Xu Bo Incar Bibit Unggul Amerika untuk Teruskan Imperium Bisnisnya
The God of Highschool:...
The God of Highschool: Legends Diluncurkan, MNC Games–ITOXI Perkuat Pasar Game Indonesia
Rekomendasi
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved