Permintaan Minyak Nabati Bakal Melonjak jadi 307 Juta Ton, Peluang Bagi CPO Indonesia
Rabu, 14 Juni 2023 - 19:09 WIB
loading...
Produk sawit Indonesia cukup memiliki keunggulan untuk digunakan sebagai pemasok utama minyak nabati dunia. Foto/MPI/Suratman
A
A
A
JAKARTA - Seiring bertambahnya populasi dunia, kebutuhan akan minyak nabati juga akan mengalami peningkatan. Diprediksi populasi dunia pada tahun 2050 bisa mencapai 10 miliar orang.
Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan pada Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) , Farid Amir mengatakan, pada tahun 2050 kebutuhan minyak nabati dunia bisa mencapai 307 juta ton. Jumlah tersebut melonjak dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar 165 juta ton.
"Seiring dengan prediksi pertumbuhan populasi dunia, atau mencapai 10 miliar jiwa pada tahun 2050, permintaan minyak nabati diprediksikan meningkat 2 kali lipat dari 165 juta ton pada tahun 2013 lalu, menjadi ke depan 307 juta ton pada tahun 2050," ungkapnya dalam dalam diskusi di Jakarta, Rabu (14/6/2023).
Dia menjelaskan, pada tahun 2021 total produksi sawit dunia mencapai 75,5 juta ton. Indonesia menyumbang lebih dari 60% dari total produksi minyak sawit dunia dan 22% dari total produksi minyak nabati dunia.
"Kita patut berbangga, mengingat volume produksi sawit Indonesia tidak kurang dari 46 juta ton, mampu mengekspor CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah) dan produk turunannya sebesar 35 juta ton yang tercapai pada tahun 2021," bebernya.
Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan pada Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) , Farid Amir mengatakan, pada tahun 2050 kebutuhan minyak nabati dunia bisa mencapai 307 juta ton. Jumlah tersebut melonjak dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar 165 juta ton.
"Seiring dengan prediksi pertumbuhan populasi dunia, atau mencapai 10 miliar jiwa pada tahun 2050, permintaan minyak nabati diprediksikan meningkat 2 kali lipat dari 165 juta ton pada tahun 2013 lalu, menjadi ke depan 307 juta ton pada tahun 2050," ungkapnya dalam dalam diskusi di Jakarta, Rabu (14/6/2023).
Dia menjelaskan, pada tahun 2021 total produksi sawit dunia mencapai 75,5 juta ton. Indonesia menyumbang lebih dari 60% dari total produksi minyak sawit dunia dan 22% dari total produksi minyak nabati dunia.
"Kita patut berbangga, mengingat volume produksi sawit Indonesia tidak kurang dari 46 juta ton, mampu mengekspor CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah) dan produk turunannya sebesar 35 juta ton yang tercapai pada tahun 2021," bebernya.
Lihat Juga :