Jokowi Ungkap Alasan Bangun IKN: 56% Penduduk Indonesia Ada di Jawa

Kamis, 15 Juni 2023 - 12:04 WIB
loading...
Jokowi Ungkap Alasan...
Presiden Jokowi mengugkapkan, salah satu alasan pembangunan masif IKN Nusantara dalam acara peluncuran Indonesia Emas 2045 di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2023). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ( Jokowi ) mengungkapkan, salah satu alasan pembangunan Ibu Kota Nusantara ( IKN ). Menurut Jokowi, saat ini beban Jakarta sudah terlalu padat.

"Beban Jakarta itu sudah sangat terlalu padat sekali. Sebagai kota pendidikan, sebagai kota pariwisata, sebagai kota bisnis, sebagai kota ekonomi, kota pemerintahan, macet semua sekarang kita dimana-mana," ucap Jokowi dalam acara peluncuran Indonesia Emas 2045 di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2023).

Baca Juga: IKN Nusantara Dipastikan Punya Gedung DPR, Anggota Dewan Siap-siap Pindah

Oleh karena itu tambah Jokowi, harus ada pengurangan beban yang selama ini dipikul oleh Jakarta. "Beban harus dikurangi, pemerataan harus dilakukan. Tidak dalam jangka setahun sampai lima tahun mendatang, tapi juga melihat visi yang jauh kedepan," ujarnya.

Baca Juga: Siapkan Mental, 16.990 PNS Dipastikan Pindah ke IKN Tahun Depan

Presiden Jokowi juga mengutarakan, saat ini penduduk Indonesia sudah terlalu banyak bermukim di Pulau Jawa. Oleh sebab itu, pemerintah memutuskan untuk memindahkan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur agar terjadi pemerataan.

"IKN Nusantara, banyak yang bertanya itu apa sih pak? Perlu saya sampaikan 56% penduduk Indonesia ada di Pulau Jawa, dan yang terpadat itu di Jakarta. 56% di Pulau Jawa berarti 149 juta dari 17 ribu pulau itu 149 juta ada di Jawa, itu perlu pemerataan" tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
IKN Diguyur Investasi...
IKN Diguyur Investasi Rp1,15 Triliun dari Perusahaan Korea, Buat Bangun Apa?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Program Suara Warga,...
Program Suara Warga, Generasi Muda Kaltim Kawal IKN sebagai Ibu Kota Politik
Masjid Negara IKN Gelar...
Masjid Negara IKN Gelar Salat Idulfitri Perdana untuk Masyarakat
Rekomendasi
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Kasus Dugaan Kekerasan...
Kasus Dugaan Kekerasan ART Erin Wartia Naik Penyidikan, Rieke Diah Pitaloka Ikut Mengawal
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Infografis
9 Negara Menolak Gencatan...
9 Negara Menolak Gencatan Senjata di Gaza, Ada Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved