Diplomasi Kopi Bernilai Ekonomi

Sabtu, 25 Juli 2020 - 06:06 WIB
loading...
A A A
Kopi asal Indonesia tidak hanya digemari oleh para pencinta kopi di dalam negeri, tetapi juga oleh masyarakat mancanegara termasuk di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Tidak disangka, kopi tradisional Indonesia seperti kopi Gayo, kopi Mandailing, kopi Lampung, kopi Bajawalah sangat populer di AS dan Eropa. Bahkan kenikmatannya mampu menandingi kopi dari Negara lain seperti Geisha Panama, Blue Mountain dan lainnya.

"Kontribusi ekportir kopi di Indonesia menyumbang devisa USD 1,01 miliar atau 3,95% dari total ekspor komoditas perkebunan. Beberapa negara tujuan ekspor kopi Indonesia adalah Amerika Serikat 26,77% dari total ekspor USD 269,94 juta, dan berikutnya Jerman 8,94% dan Jepang 8,58%," ungkap Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), Moelyono Soesilo. (Baca: Tentara Cina yang Ngumpet di Konsulat Beijing Ditangkap)

Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) kopi Indonesia periode 2016-2019 mencapai ?kisaran 0,80 sampai 0,95. Artinya komoditas kopi Indonesia memiliki daya saing yang kuat di pasar global.

Potensi sumberdaya untuk mengembangkan kopi Indonesia sangat besar. Terlebih, Indonesia memiliki ?10 provinsi penghasil kopi ternikmat, yakni Sumatra Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Jawa Timur, Bengkulu, Aceh, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur. Beberapa sentra kopi di daerah tersebut telah berkontribusi hingga 87% dari produksi nasional. Sementara 24 provinsi lainnya menyumbang 13% produksi.

Selain ekspor, konsumi kopi di dalam negeri pun diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 200.000 ton dibandingkan tahun lalu yang berkisar 170.000 ton.

Pengamat komoditas kopi sekaligus General Manager di ABCD School of Coffe, Willyanto, produksi kopi tahun ini bisa mencapai 660.000 sampai 690.000 ton. Agar kopi Indonesia mendapatkan tempat tersendiri di mancanegara, diperlukan peran pemerintah untuk memudahkan para eksportir kopi ini terutama dalam hal permodalan dan pemenuhan pasar. (Baca juga: Foto Kajari Jaksel dengan Pengacara Djoko Tjadra, Kejagung: Masih Kami Cek)

Hal ini pun ditegaskan oleh anggota Komisi IV DPR RI, Hamid Noor Yasin, seiring meningkatnya konsumsi kopi dunia, tentunya para petani kopi memerlukan modal untuk bisa memanen kopinya. Biasanya, biaya yang diperlukan untuk oprasional hingga masa panen sekitar Rp 6 juta hingga Rp7 juta dengan luas lahan berbeda-beda.

"Terkadang persoalan modal muncul akibat konsistensi petani dalam menghasilkan kopi. Dengan bantuan kredit usaha rakyat (KUR), diharapkan mampu menggenjot produksi kopi nasional, asalkan sesuai prosedur dan peruntukan tanpa ada penyelewengan,"jelanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
100 Jenama Indonesia...
100 Jenama Indonesia Unjuk Gigi di MASA Singapore 2026, Astra Dorong Kolaborasi Bersama
Surabaya Jadi Kota Pertama...
Surabaya Jadi Kota Pertama Indonesia Coffee Expo 2026, Hadirkan Pengalaman Interaktif bagi Pengunjung
WORCAS Gala Dinner 2026...
WORCAS Gala Dinner 2026 Tandai 91 Tahun Perjalanan Menjaga Keaslian Kopi Luwak
Perluas Jangkauan Kopi...
Perluas Jangkauan Kopi Berkualitas, Ja~di Hadir lewat Ratusan Gerai Alfamidi
Ekspor Tembus Rp27,4...
Ekspor Tembus Rp27,4 Triliun, Amran Percepat Hilirisasi Kopi
Prabowo Terbang ke AS...
Prabowo Terbang ke AS Bertemu Trump, Amankan Pembebasan Tarif CPO dan Kopi
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Rekomendasi
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved