Diplomasi Kopi Bernilai Ekonomi

Sabtu, 25 Juli 2020 - 06:06 WIB
loading...
Diplomasi Kopi Bernilai...
Foto/Koran SINDO
A A A
JAKARTA - Indonesia memiliki beragam jenis kopi dengan kekhasan masing-masing serta varian rasa dan aroma yang unik. Karenanya, Indonesia sering disebut sebagai salah satu negara penghasil kopi terbaik dunia. Apalagi produksi kopi dari Indonesia menduduki peringkat empat dunia.

Saat ini, kopi tak sekadar dinimati, tetapi sudah menjadi komoditas yang dijadikan alat diplomasi yang memiliki nilai ekonomi. Tentu hal itu tak berlebihan karena kopi merupakan komoditas kedua setelah minyak mentah (crude oil) yang banyak diperdagangkan di dunia.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menegaskan Indonesia harus memaksimalkan pendekatan menggunakan komoditas kopi untuk mengenalkan Indonesia kepada negara lainnya.

Tren perdagangan kopi dunia terus meningkat setiap tahun. Hal ini tidak hanya dilandasi karena faktor ekonomi saja, tetapi mengkonsumsi kopi sudah menjadi gaya hidup masyarakat dunia.

"Sekarang kopi bukan hanya sekadar konsumsi, tetapi juga menjadi gaya hidup. Produksinya pun akan bertambah,"jelas Daroe Handojo, wakil ketua Spetialty Coffe Association of Indonesia (SCAI) di Jakarta, kemarin.

Untuk menjadikan kopi sebagai komoditas diplomasi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, salah satu cara yang perlu dilakukan oleh para pemangku kepentingan (stakeholder) di industr ini yakni harus ikut bertanggung jawab meningkatkan produktivitas kopi naional. (Baca: Enam Variasi Kopi Paling Aneh yang Ada di Dunia)

Menurut Daroe, dengan peran aktif para stekeholder yang berkecimpung dalam pengembangan kopi ini maka akan ada riset yang berkaitan dengan kopi juga membantu mensejahterakan petani.

"Para stakeholder harus ikut andil, karena jika tidak maka pangsa pasar kopi kita hanya berada di posisi itu saja, tidak berkembang,"tutur Daroe. Seiring dengan produki kopi tanah air yang meningkat, Daroe pun berharap ekspor kopi Indonesia terus bertumbuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Surabaya Jadi Kota Pertama...
Surabaya Jadi Kota Pertama Indonesia Coffee Expo 2026, Hadirkan Pengalaman Interaktif bagi Pengunjung
WORCAS Gala Dinner 2026...
WORCAS Gala Dinner 2026 Tandai 91 Tahun Perjalanan Menjaga Keaslian Kopi Luwak
Perluas Jangkauan Kopi...
Perluas Jangkauan Kopi Berkualitas, Ja~di Hadir lewat Ratusan Gerai Alfamidi
Ekspor Tembus Rp27,4...
Ekspor Tembus Rp27,4 Triliun, Amran Percepat Hilirisasi Kopi
Prabowo Terbang ke AS...
Prabowo Terbang ke AS Bertemu Trump, Amankan Pembebasan Tarif CPO dan Kopi
Bidik Generasi Muda,...
Bidik Generasi Muda, Gould Coffee Usung Konsep Kafe Australia
Dari Bangkok ke Shanghai,...
Dari Bangkok ke Shanghai, KAPPI Ingatkan Dunia: Di Setiap Sudut Indonesia, Kopinya Berbeda Cerita
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Rekomendasi
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Melirik Ambisi China...
Melirik Ambisi China di Sumatera: BYD Gelar Pesta Teknologi Tanpa Asap Knalpot
Berita Terkini
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved