Asumsi Makro RAPBN 2024 Disetujui Banggar DPR, Intip Rinciannya

Jum'at, 16 Juni 2023 - 17:21 WIB
loading...
Asumsi Makro RAPBN 2024...
Asumsi makro dan pokok kebijakan fiskal dalam RAPBN Tahun Anggaran 2024 disepakati oleh Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Asumsi makro dan pokok kebijakan fiskal dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2024 disepakati oleh Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat ( Banggar DPR ) dan pemerintah.

Baca Juga: Sri Mulyani Siapkan Anggaran Pembangunan IKN dalam RAPBN 2024

Keputusan tersebut diambil Ketua Banggar DPR, Said Abdullah dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, pada Jumat (16/6/2023).

Ketua Banggar, Said Abdullah mengatakan, pembahasan RAPBN 2024 oleh Panja Banggar DPR menunjukkan semangat optimisme atas perekonomian nasional tahun depan. "Optimisme itu dilandasi dari berbagai bacaan atas proyeksi ekonomi makro Indonesia dari berbagai pihak, termasuk lembaga lembaga ekonomi yang kredibel," ujar Said di Jakarta.

Baca Juga: APBN Penjaga Ekonomi

Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dalam rentang rentang 5,1% sampai 5,7% untuk tahun 2024. Sedangkan inflasi berada dalam rentang 1,5 hingga 3,5%.

Menurutnya stabilitas tersebut dilandaskan pada faktor eksternal atas volatilitas harga komoditas yang relatif lebih rendah dibanding realisasi pada tahun 2022, serta faktor internal dari makin baiknya kinerja tim pengendali inflasi pusat dan daerah.

Said pun mengungkapkan, optimismenya bahwa kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) lebih kuat, meskipun DPR dan Senat Amerika Serikat telah meloloskan undang-undang untuk menaikkan plafon utang Pemerintah AS sebesar USD31,4 triliun.

Dia juga menyebut kebijakan ini menunjukkan kredibilitas keuangan Pemerintah AS turun. Investor bahkan masih ragu untuk terus memegang dollar AS sehingga persepsi ini menguatkan sentimen terhadap rupiah, kendati tidak terlalu besar.

Nilai tukar rupiah disepakati Rp14.700 per dolar AS sampai Rp15.200 per dolar AS. Sementara itu imbal hasil surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun ditargetkan dalam rentang 6,49% hingga 6,91%.

Harga minyak mentah Indonesia USD75 hingga USD80 per barel, lifting minyak bumi 615 ribu sampai 640 ribu barel per hari, serta lifting gas bumi 1,030 juta hingga 1,036 juta barel setara minyak per hari.

"Proyeksi ini memang lebih optimis dari pokok-pokok pendahuluan RAPBN 2024 dari pemerintah yang berada pada kisaran 75-85. Kita optimis mengingat Amerika Serikat sejak 2024 juga akan melaksanakan Pemilu. Melalui pengaruh globalnya mereka akan menjaga harga minyak dunia di level terendah" jelasnya.

Said juga mengatakan, Panja mendorong pemerintah agar mengusahakan effort lebih besar atas target lifting minyak dan gas bumi. "Meskipun hal itu tidak mudah, namun usaha tersebut dinilai sebagai pilihan untuk terus menjaga penerimaan negara dan mengurangi beban impor migas," pungkasnya.

Di akhir paparannya, Said pun mengetok palu untuk menyetujui secara resmi laporan panja asumsi makro untuk tahun 2024.

Asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2024:

Pertumbuhan ekonomi: 5,1% - 5,7%
Inflasi: 1,5 - 3,5%.
Nilai tukar: Rp14.700/USD sampai Rp15.200 per USD
Tingkat bunga SBN-10 tahun: 6,49% - 6,91
Harga minyak: USD75 - USD80 barel,
Lifting minyak: 615 ribu sampai 640 ribu barel/hari
Lifting gas: 1,030 juta hingga 1,036 juta barel setara minyak/hari
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Prabowo Desain Defisit...
Prabowo Desain Defisit RAPBN 2027 Lebih Rendah di Level 1,8-2,4% PDB
Setujui Usulan Tambahan...
Setujui Usulan Tambahan Anggaran Kemhan Rp195 Triliun, Komisi I Bakal Diteruskan ke Banggar
Prabowonomics, di Antara...
Prabowonomics, di Antara Sosialisme dan Kapitalisme
Puspoll Indonesia: Kehadiran...
Puspoll Indonesia: Kehadiran Langsung Presiden Prabowo di DPR Kirim Sinyal Optimisme dan Kepastian Arah Negara
Rekomendasi
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Rute Pawai Akbar Persib...
Rute Pawai Akbar Persib Bandung Juara Liga 1 2024/2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved