Benahi Dana Investasi Pensiunan, 30 Dapen BUMN Gabung ke IFG Dua Tahun ke Depan
Selasa, 20 Juni 2023 - 07:39 WIB
loading...
30 dapen BUMN akan gabung ke IFG. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian BUMN menargetkan 30 dana pensiun ( dapen ) BUMN bergabung ke Indonesia Financial Group (IFG) pada 2025 mendatang. Saat ini sudah ada delapan dapen yang dikerjasamakan dengan IFG.
Baca juga: 22 Dapen BUMN Bermasalah, Wamen Ungkap Rasio Kecukupan Dana di Bawah 100 Persen
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko mengatakan, kerja sama dapen BUMN dengan IFG menjadi strategi lain untuk membenahi dana investasi para pensiunan perseroan negara.
"Kami sudah me-launching ada delapan, nah ini kan 22 yang sedang kita teliti. Harapan kami ke depan mungkin dalam 1-2 tahun sekitar 20-30 dapen bisa bergabung di sana,” ungkap Tiko, dikutip Selasa (20/6/2023).
Tiko mencatat dapen BUMN berskala kecil dan menengah dapat bergabung ke IFG agar aset investasinya dapat dikelola dengan baik. “Kita sedang kaji, di skala mana memang ini lebih baik melakukan, melalukan outsource atau melakukan penggabungan investasi di IFG,” ucap dia.
Sementara, dapen yang berskala besar dan mampu mengelola asetnya secara mandiri dengan menghasilkan keuntungan diizinkan untuk mengelola dapen perusahaannya sendiri.
“Beberapa dapen itu skalanya besar sekali sampai puluhan triliun, dan mereka memang punya kinerja baik. Kita tidak akan paksa juga,” katanya.
Baca juga: 22 Dapen BUMN Bermasalah, Wamen Ungkap Rasio Kecukupan Dana di Bawah 100 Persen
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko mengatakan, kerja sama dapen BUMN dengan IFG menjadi strategi lain untuk membenahi dana investasi para pensiunan perseroan negara.
"Kami sudah me-launching ada delapan, nah ini kan 22 yang sedang kita teliti. Harapan kami ke depan mungkin dalam 1-2 tahun sekitar 20-30 dapen bisa bergabung di sana,” ungkap Tiko, dikutip Selasa (20/6/2023).
Tiko mencatat dapen BUMN berskala kecil dan menengah dapat bergabung ke IFG agar aset investasinya dapat dikelola dengan baik. “Kita sedang kaji, di skala mana memang ini lebih baik melakukan, melalukan outsource atau melakukan penggabungan investasi di IFG,” ucap dia.
Sementara, dapen yang berskala besar dan mampu mengelola asetnya secara mandiri dengan menghasilkan keuntungan diizinkan untuk mengelola dapen perusahaannya sendiri.
“Beberapa dapen itu skalanya besar sekali sampai puluhan triliun, dan mereka memang punya kinerja baik. Kita tidak akan paksa juga,” katanya.
Lihat Juga :