Transformasi Bisnis Telat Bikin Kinerja BUMN Karya Jeblok

Selasa, 20 Juni 2023 - 14:18 WIB
loading...
Transformasi Bisnis...
Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo. Foto/MPI/Suparjo Ramalan
A A A
JAKARTA - Kementerian BUMN mengakui perusahaan pelat merah di sektor infrastruktur lambat dalam melakukan transformasi bisnis. Imbasnya, kinerja operasional dan keuangan perusahaan masih terkontraksi.

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, tidak terjadi perubahan yang signifikan di internal BUMN Karya. Hal ini lantaran transformasinya jauh tertinggal dengan perusahaan negara di sektor lainnya.

"BUMN Karya ini yang termasuk terlambat transformasi dan terlambatnya itu jauh," ujar Tiko, sapaan akrab Kartika Wirjoatmodjo, dikutip Selasa (20/6/2023).

Tak hanya rugi, BUMN Karya juga membukukan utang atau liabilitas ratusan triliun rupiah. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari utang empat perusahaan yang tercatat hingga Maret 2023.

Empat BUMN Karya terdiri dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, (WIKA), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, (PTPP), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, (ADHI).

Baca juga: Erick Thohir Akan Tindak Tegas Terkait Laporan Keuangan Palsu Waskita dan WIKA

Utang jumbo BUMN konstruksi tersebut disebabkan adanya kebutuhan modal kerja akibat banyak proyek infrastruktur baru yang harus didanai perusahaan.

Kementerian BUMN, sambung Tiko, menyadari bahwa struktur keuangan BUMN di sektor konstruksi bermasalah. Hal itu diperkuat oleh dugaan rekayasa laporan keuangan yang dilakukan Waskita Karya dan Wijaya Karya. "Ini membuat kita baru sadar bahwa memang dari sisi sektor industri ini bermasalah,” tuturnya.

Baca juga: Dirundung Utang, Waskita Karya Tunda Pembayaran Bunga Obligasi

Persoalan yang membelenggu BUMN Karya lainnya adalah persaingan usaha tidak sehat. Di mana, perusahaan cenderung saling sikut ihwal harga untuk memperoleh kontrak baru atau proyek.

”Margin di industri kontraktor ini sangat tipis yang membuat memang pelaporan keuangan antara cash flow dan pendapatan laba ini sering terjadi diskoneksi," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
10 Pesepak Bola Terkaya...
10 Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026
Sahroni: Dengan UU Polri...
Sahroni: Dengan UU Polri Baru, Transparansi Penegakan Hukum Akan Lebih Meningkat
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Berita Terkini
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Ranch Market KMALL Hadirkan...
Ranch Market KMALL Hadirkan Supermarket Gaya Hidup Modern di Utara Jakarta
Infografis
Sistem Perang Elektronik...
Sistem Perang Elektronik Rusia Bikin Senjata NATO Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved