Maksimalkan Lahan Pertanian di Manggarai Timur, Penyuluh Harus Dampingi Petani

Sabtu, 25 Juli 2020 - 17:51 WIB
loading...
Maksimalkan Lahan Pertanian...
Para penyuluh dan petani di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, diajak untuk memaksimalkan seluruh lahan pertanian yang tersedia. Apalagi, Manggarai Timur termasuk dalam lokasi proyek Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Pro
A A A
MANGGARAI TIMUR - Para penyuluh dan petani di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, diajak untuk memaksimalkan seluruh lahan pertanian yang tersedia. Apalagi, Manggarai Timur termasuk dalam lokasi proyek Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, para petani dan penyuluh harus memaksimalkan seluruh lahan yang tersedia untuk menjaga ketahanan pangan. “Dalam kondisi apa pun, pangan Indonesia tidak boleh bersoal. Kita justru harus meningkatkan produktivitas pangan, kita harus mempercepat tanam agar ketahanan pangan tetap terjaga,” tutur Mentan SYL, Sabtu (25/7/2020).

(Baca Juga: Ekspor Juni Capai USD12,03 Miliar, Komoditas Pertanian Paling Moncer )

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi yang meminta penyuluh untuk tetap bekerja dengan baik dan mendampingi petani dengan turun ke lapangan.

“Ketahanan pangan menjadi kunci untuk menghadapi pandemi Covid-19. Karenanya, dibutuhkan percepatan tanam agar kebutuhan pangan terus terpenuhi, termasuk pasca Covid-19 nanti. Untuk itu dibutuhkan penyuluh yang berkualitas agar proses ini tetap berjalan,” tuturnya.

Sedangkan anggota Komisi IV DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mengajak para penyuluh memanfaatkan semua lahan untuk ditanami tanaman yang menyehatkan tubuh. Ajak itu disampaikan dalam pertemuan di Kantor Bupati Matim saat reses 22 Juli 2020.

Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Matim Agas Andreas, Wakil Bupati Jaghur Stevanus, anggota DPRD NTT Inosensius, Fredy Mui, Ketua TP PKK, Perwakilan dari BPPSDMP Kementerian Pertanian RI Yulia Tri Sedyowati yang juga Penyuluh Pertanian Utama, Perwakilan dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan Dedi, perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi Abraham Letik.

(Baca Juga: 10 Raksasa Industri Pertanian Global Terbaik )

Rencananya, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur akan dijadikan kawasan peternakan yang akan diintegrasikan dengan perkebunan atau tanaman pangan. Kotoran sapi bisa untuk mendukung pertanian organik. Di Manggarai Timur, peternakan sesuai simbol budaya. Maka para Kepala Dians harus mempunyai peternakan. Ada pun ternak yang dimaksud adalah Kerbau, Sapi, Babi, Kambing dan Ayam.

Dalam pertemuan tatap muka tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan pemerintah kepada kelompok tani yang bersumber dari dana APBD I berupa bibit kopi, bantuan dari Kementan berupa benih jagung, alat pascapanen (power treserMultiguna) yang nilainya masing-masing Rp75.000.000.

“Matim terkenal hasil kopi hingga luar negeri, tapi petani kopi belum makmur. Oleh karena itu harus dipikirkan dari hulu sampai hilir. Kopinya harus diolah setelah dipanen. Jadi pascapanennya juga harus diperhatikan,” Julie Sutrisno Laiskodat, yang juga istri Gubernur NTT Viktor Laiskodat. (EZ)
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Rekomendasi
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved