KKP Luncurkan Strategi Pemanenan Perikanan Tuna Tropis
Jum'at, 30 Juni 2023 - 14:52 WIB
loading...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia meluncurkan Strategi Pemanenan perikanan tuna tropis sebagai landasan untuk strategi pengelolaan perikanan tuna yang efektif dan berkelanjutan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indonesia tercatat sebagai salah satu produsen tuna terbesar di dunia. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia atau KKP telah meluncurkan Strategi Pemanfaatan Perikanan Tuna Tropis (Indonesia Tropical Tuna Harvest Strategy) untuk ketiga wilayah pada perayaan World Ocean Day 2023.
Perairan kepulauan Indonesia yang meliputi Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 713, 714, dan 715 dikenal akan sumber daya tuna yang melimpah, seperti cakalang (Katsuwonus pelamis), madidihang (Thunnus albacares), dan tuna mata besar (Thunnus obesus). Ketiga spesies ini dikategorikan sebagai spesies yang beruaya (berpindah) jauh (highly migratory species).
Baca Juga: Indonesia Berkontribusi Besar Terhadap Produksi Ikan Tuna di Dunia
Prof. Ir. Budy Wiryawan, MSc pada orasi ilmiahnya tanggal 24 Juni 2023 di Institut Pertanian Bogor menyatakan, “Pada penyusunan Harvest Strategy, operating model merupakan domain peneliti sedangkan pengambilan keputusan untuk pengendalian aktivitas penangkapan dan jumlah penangkapan merupakan kewenangan pengelola perikanan.
"Tumpang tindih antara pengelolaan kawasan konservasi dan pemanfaatan perikanan memiliki potensi konflik dengan keberadaan kawasan konservasi, sehingga diperlukan sinergi menjaga siklus hidup dan rantai makanan serta sumberdaya ikan sehingga kelestarian ikan akan terjaga," terangnya.
Baca Juga: Kolaborasi Apik Berbuah Ekspor Ikan Tuna ke Vietnam
"Pemahaman yang utuh terhadap faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan yang mempengaruhi kesejahteraan para pelaku usaha perikanan, pembuat kebijakan dan pengelola dapat mengembangkan strategi efektif untuk kesejahteraan jangka panjang komunitas nelayan, serta konservasi ekosistem dan sumber daya ikan,” sambungnya.
Perairan kepulauan Indonesia yang meliputi Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 713, 714, dan 715 dikenal akan sumber daya tuna yang melimpah, seperti cakalang (Katsuwonus pelamis), madidihang (Thunnus albacares), dan tuna mata besar (Thunnus obesus). Ketiga spesies ini dikategorikan sebagai spesies yang beruaya (berpindah) jauh (highly migratory species).
Baca Juga: Indonesia Berkontribusi Besar Terhadap Produksi Ikan Tuna di Dunia
Prof. Ir. Budy Wiryawan, MSc pada orasi ilmiahnya tanggal 24 Juni 2023 di Institut Pertanian Bogor menyatakan, “Pada penyusunan Harvest Strategy, operating model merupakan domain peneliti sedangkan pengambilan keputusan untuk pengendalian aktivitas penangkapan dan jumlah penangkapan merupakan kewenangan pengelola perikanan.
"Tumpang tindih antara pengelolaan kawasan konservasi dan pemanfaatan perikanan memiliki potensi konflik dengan keberadaan kawasan konservasi, sehingga diperlukan sinergi menjaga siklus hidup dan rantai makanan serta sumberdaya ikan sehingga kelestarian ikan akan terjaga," terangnya.
Baca Juga: Kolaborasi Apik Berbuah Ekspor Ikan Tuna ke Vietnam
"Pemahaman yang utuh terhadap faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan yang mempengaruhi kesejahteraan para pelaku usaha perikanan, pembuat kebijakan dan pengelola dapat mengembangkan strategi efektif untuk kesejahteraan jangka panjang komunitas nelayan, serta konservasi ekosistem dan sumber daya ikan,” sambungnya.
Lihat Juga :