Laporan ke Jokowi, Sri Mulyani Pede Penerimaan Negara Tembus Target Tahun Ini
Selasa, 04 Juli 2023 - 13:46 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan penerimaan negara diperkirakan mencapai Rp2.637,2 triliun atau 107,1% dari target. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Dalam proyeksi akhir APBN 2023, penerimaan negara diperkirakan mencapai Rp2.637,2 triliun atau 107,1% dari target. Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kabinet Paripurna mengenai pelaksanaan APBN 2023 semester I kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sri Mulyani menyebutkan, hingga semester I-2023, pendapatan negara mencapai Rp1.407,9 triliun atau 57,2% dari target, tumbuh 5,4% (yoy). Sementara penerimaan pajak mencapai Rp970,2 triliun atau 56,5% dari target, juga tumbuh 9,9%. Capaian ini utamanya ditopang PPh Badan yang tumbuh 26,2% (yoy) dan PPN Dalam Negeri yang tumbuh 19,5% (yoy).
Baca Juga: Pesan Jokowi, APBN 2023 Dipakai untuk Kegiatan Produktif
"Ekonomi kita masih tumbuh cukup baik. Penerimaan Bea Cukai Rp135,4 triliun (tumbuh negatif 18,8%), PNBP mencapai Rp302,1 triliun (68,5%) tumbuh 5,5% (yoy) terutama berasal dari komoditas nonmigas tumbuh 94,7% (yoy), dan dividen BUMN yang tumbuh 19,4% (yoy)," ungkap Sri seperti dikutip dari akun Instagram resminya @smindrawati di Jakarta, Selasa (4/7/2023).
Kemudian, belanja negara mencapai Rp1.254,7 triliun (41,0%), tumbuh 0,9%. Belanja Pemerintah Pusat (BPP) Rp891,6 triliun tumbuh 1,6% dimana Rp492 triliun (55,2%) dinikmati langsung masyarakat dalam bentuk Bansos-Subsidi listrik, BBM, LPG 3 kg dan pupuk, beasiswa anak-anak tak mampu, premi BPJS kesehatan bagi masyarakat miskin.
Sri Mulyani menyebutkan, hingga semester I-2023, pendapatan negara mencapai Rp1.407,9 triliun atau 57,2% dari target, tumbuh 5,4% (yoy). Sementara penerimaan pajak mencapai Rp970,2 triliun atau 56,5% dari target, juga tumbuh 9,9%. Capaian ini utamanya ditopang PPh Badan yang tumbuh 26,2% (yoy) dan PPN Dalam Negeri yang tumbuh 19,5% (yoy).
Baca Juga: Pesan Jokowi, APBN 2023 Dipakai untuk Kegiatan Produktif
"Ekonomi kita masih tumbuh cukup baik. Penerimaan Bea Cukai Rp135,4 triliun (tumbuh negatif 18,8%), PNBP mencapai Rp302,1 triliun (68,5%) tumbuh 5,5% (yoy) terutama berasal dari komoditas nonmigas tumbuh 94,7% (yoy), dan dividen BUMN yang tumbuh 19,4% (yoy)," ungkap Sri seperti dikutip dari akun Instagram resminya @smindrawati di Jakarta, Selasa (4/7/2023).
Kemudian, belanja negara mencapai Rp1.254,7 triliun (41,0%), tumbuh 0,9%. Belanja Pemerintah Pusat (BPP) Rp891,6 triliun tumbuh 1,6% dimana Rp492 triliun (55,2%) dinikmati langsung masyarakat dalam bentuk Bansos-Subsidi listrik, BBM, LPG 3 kg dan pupuk, beasiswa anak-anak tak mampu, premi BPJS kesehatan bagi masyarakat miskin.
Lihat Juga :