Makin Islami, Rusia Siap Gunakan Sistem Keuangan Syariah Agustus Mendatang

Kamis, 06 Juli 2023 - 15:38 WIB
loading...
Makin Islami, Rusia...
Parlemen Rusia memperkirakan sistem keuangan Islam atau syariah paling cepat bisa diterapkan di negara itu Agustus mendatang. Foto/Ilustrasi/Reuters
A A A
JAKARTA - Parlemen Rusia memperkirakan sistem keuangan Islam atau syariah dapat digunakan di negara itu pada Agustus mendatang. Saat ini Parlemen Rusia tengah menggodok undang-undang perbankan Islam, yang diharapkan dapat disetujui bulan Juli ini.

"Kami mengharapkan persetujuan (undang-undang) pada bulan Juli, setelah pembacaan kedua dan ketiga. Itu sedang diselesaikan sekarang dan saya dapat mengatakan sebenarnya dengan optimisme moderat, memberikan sekitar 90%, bahwa kami akan mengadopsi (undang-undang ini) pada bulan Juli dan karenanya akan berlaku mulai Agustus," ungkap Kepala Komite Pasar Keuangan Duma Negara, majelis rendah legislatif Rusia, Anatoly Aksakov seperti dikutip dari kantor berita TASS, Kamis (6/7/2023).

Baca Juga: Putin Kutuk Pembakaran Al-Qur'an di Swedia, Janji Lindungi Muslim

Diketahui, Duma Negara telah meloloskan rancangan undang-undang tentang memperkenalkan sistem perbankan Islam dalam pembacaan pertama pada Desember 2022 lalu. Rencananya, sistem keuangan Islam itu akan diterapkan di sejumlah wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam seperti Dagestan, Chechnya, Bashkortostan, dan Tatarstan.

Menurut Aksakov, sistem keuangan Islami sangat potensial untuk menggalang pembiayaan serta menarik aliran investasi. Dia memperkirakan, penerapan sistem keuangan Islam memungkinkan pengumpulan dana USD11-14 miliar (sekitar Rp165-Rp210 triliun, pada kurs Rp15.000 per USD) dalam proyek bersama dengan negara-negara Islam.

"Potensi penggalangan dana untuk mengimplementasikan proyek (setelah persetujuan undang-undang) adalah USD11-14 miliar. Banyak ahli memberikan perkiraan seperti itu. Kami mengharapkan pada saat yang sama akan ada aliran investasi ke berbagai proyek dari Turki, Iran, dan dari negara-negara (mayoritas) Islam lainnya. Artinya, potensi serius ada," cetusnya.

Optimisme atas penerapan sistem keuangan Islam di Rusia juga disuarakan oleh Wakil Presiden Senior Sberbank Oleg Ganeev. "Kami melihat peningkatan permintaan yang stabil untuk produk keuangan Islam," ungkapnya seperti dilansir surat kabar online Realnoe Vremya.

Baca Juga: Perang Ekonomi Rusia Versus Barat Masuk Tahap Baru yang Berbahaya

Ganeev mengatakan, pihaknya melihat beberapa poin perkembangan keuangan syariah di Rusia. Pertama, potensi segmen ritel. "Seperti yang telah saya katakan, klien mana pun dapat menggunakan produk Islami, apa pun agamanya, karena pembiayaan mitra didasarkan pada prinsip pencapaian kesejahteraan sosial universal," tuturnya.

Kedua, lanjut dia, pembiayaan transaksi internasional dengan sejumlah negara yang membutuhkan penataan sesuai kondisi pembiayaan syariah. Ketiga, pengembangan bisnis produk halal. "Kami melihat prospek besar di ceruk ini. Undang-undang (keuangan syariah) akan menciptakan kondisi yang sama untuk semua pelanggan dan membuka akses ke rak penuh produk dan layanan," tuturnya.

Rusia adalah rumah bagi sekitar 15 juta muslim. Secara keseluruhan, warga muslim mencakup 10% dari populasi negara tersebut. Kedekatan Rusia dengan dunia Islam pun bukan hal baru. Hal itu tak lepas dari upaya Presiden Vladimir Putin untuk memperbaiki citra Rusia di mata negara-negara Islam pascaperang dengan Chechnya yang berpenduduk muslim.

Berkat upaya itu, pada tahun 2003, Putin menjadi kepala negara pertama dari negara non-muslim yang diundang untuk berbicara pada pertemuan puncak OKI. Dua tahun kemudian, Putin mencetak kemenangan diplomatik ketika Rusia diterima di OKI sebagai negara pengamat.

Perang Rusia-Ukraina juga dinilai menjadi pencetus semakin menjauhnya Rusia dari Barat. Moskow secara terang-terangan menunjukkan niat untuk berpaling dari Barat dengan memperkuat kemitraan strategis dan ekonominya ke negara-negara Islam, Afrika, dan Amerika Selatan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
BRI Gandeng Syailendra...
BRI Gandeng Syailendra Capital Hadirkan Investasi Syariah melalui Super App BRImo
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Rekomendasi
10 Pemain Terkaya Piala...
10 Pemain Terkaya Piala Dunia 2026: Ronaldo Nomor 1
Jumhur Hidayat Sampaikan...
Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Hangat Presiden Prabowo ke Raja Charles
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang oleh Kanim Ngurah Rai dan Denpasar saat Periksa 2 Biro Jasa
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved