Tempuh Investigasi, China Bantah Tudingan Jebakan Utang ke Negara-negara Miskin
Kamis, 06 Juli 2023 - 17:45 WIB
loading...
China membantang tudingan Barat soal jebakan utang. Foto/IndianExpress
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah China , lewat kantor berita resminya, Xinhua, melakukan perlawanan atas tudingan Barat terhadap utang yang mereka berikan ke sejumlah negara miskin. Lewat artikel berjudul Investigasi Ulang: Membongkar Kebohongan Barat tentang Jebakan Utang China , yang rilis pada 30 Juni lalu, Xinhua membantah semua tudingan Barat.
Baca juga: China Ragu Ukraina Mampu Tembak Jatuh Rudal Hipersonik Rusia
Xinhua menulis, negara-negara gagal bayar, inflasi melonjak, orang-orang kehilangan pekerjaan, dan keluarga mereka menghadapi kelaparan adalah gambaran suram yang dilukiskan oleh media Barat tentang negara-negara termiskin di dunia yang jatuh ke dalam "perangkap utang" China.
"China, lagi-lagi, menjadi sasaran empuk untuk disalahkan. Sebuah berita Associated Press (AP) baru-baru ini, berjudul 'Pinjaman China mendorong negara-negara termiskin di dunia ke ambang kehancuran,' menuduh China membuat 'perangkap utang' dan menamakannya sebagai 'pemberi pinjaman pemerintah terbesar dan paling tak kenal ampun di dunia," tulis Xinhua, dikutip Kamis (6/7/2023).
Investigasi yang dilakukan oleh Xinhua di beberapa negara, termasuk Pakistan, Kenya, Zambia, dan Sri Lanka, menyajikan perspektif yang kontras dengan laporan AP, memberi penerangan baru tentang kebuntuan utang mereka.
Menurut Perbendaharaan Nasional Kenya, stok utang luar negeri Kenya mencapai USD36,66 miliar pada akhir Maret 2023. Utang itu antara lain berasal dari pemberi pinjaman multilateral (46,3%) dan sumber bilateral (24,7% ). Pada Maret 2023, Kenya berutang kepada entitas China, termasuk bank dan perusahaan China, sebesar USD6,31 miliar, tetapi bagian terbesar dari utang Kenya (USD17 miliar) berutang kepada IMF dan Bank Dunia.
Baca juga: China Ragu Ukraina Mampu Tembak Jatuh Rudal Hipersonik Rusia
Xinhua menulis, negara-negara gagal bayar, inflasi melonjak, orang-orang kehilangan pekerjaan, dan keluarga mereka menghadapi kelaparan adalah gambaran suram yang dilukiskan oleh media Barat tentang negara-negara termiskin di dunia yang jatuh ke dalam "perangkap utang" China.
"China, lagi-lagi, menjadi sasaran empuk untuk disalahkan. Sebuah berita Associated Press (AP) baru-baru ini, berjudul 'Pinjaman China mendorong negara-negara termiskin di dunia ke ambang kehancuran,' menuduh China membuat 'perangkap utang' dan menamakannya sebagai 'pemberi pinjaman pemerintah terbesar dan paling tak kenal ampun di dunia," tulis Xinhua, dikutip Kamis (6/7/2023).
Investigasi yang dilakukan oleh Xinhua di beberapa negara, termasuk Pakistan, Kenya, Zambia, dan Sri Lanka, menyajikan perspektif yang kontras dengan laporan AP, memberi penerangan baru tentang kebuntuan utang mereka.
Menurut Perbendaharaan Nasional Kenya, stok utang luar negeri Kenya mencapai USD36,66 miliar pada akhir Maret 2023. Utang itu antara lain berasal dari pemberi pinjaman multilateral (46,3%) dan sumber bilateral (24,7% ). Pada Maret 2023, Kenya berutang kepada entitas China, termasuk bank dan perusahaan China, sebesar USD6,31 miliar, tetapi bagian terbesar dari utang Kenya (USD17 miliar) berutang kepada IMF dan Bank Dunia.
Lihat Juga :