Deloitte: Pasar IPO Asia Tenggara Jadi Incaran, Indonesia Bintangnya
Jum'at, 07 Juli 2023 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
Meningkatnya perolehan dari IPO tersebut sebagian besar disebabkan oleh tiga IPO di Indonesia yang masing-masing mengumpulkan lebih dari USD500 juta, dibandingkan dengan hanya satu IPO blockbuster — GoTo, entitas gabungan dari Gojek dan Tokopedia — dengan nilai USD1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Indonesia berkontribusi 70% dari total dana IPO di Asia Tenggara untuk paruh pertama tahun 2023. Pasar IPO Indonesia disorot oleh tiga listing perusahaan, yakni PT Trimegah Bangun Persada Tbk, perusahaan mineral dan bahan baterai EV PT Merdeka Battery Materials Tbk dan operator pembangkit listrik tenaga panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.
Hal itu sejalan dengan langkah Presiden Indonesia Joko Widodo yang memposisikan Indonesia sebagai pusat rantai pasokan kendaraan listrik global. "Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dan IPO Harita Nickel (PT Trimegah Bangun Persada Tbk) baru-baru ini merupakan ukuran yang baik dari minat investor lokal dan internasional," kata Deloitte.
Deloitte menyebutkan bahwa Indonesia tampaknya akan memiliki tahun terbaik dalam hal mencatatkan hasil, dengan 44 IPO pada paruh pertama 2023. Selanjutnya, Thailand dan Malaysia mengikuti dengan masing-masing 18 dan 16 IPO pada periode yang sama.
Baca Juga: 5 Alasan Bos Wagner Kembali ke Rusia, Paling Utama Tidak Takut dengan Putin
Indonesia berkontribusi 70% dari total dana IPO di Asia Tenggara untuk paruh pertama tahun 2023. Pasar IPO Indonesia disorot oleh tiga listing perusahaan, yakni PT Trimegah Bangun Persada Tbk, perusahaan mineral dan bahan baterai EV PT Merdeka Battery Materials Tbk dan operator pembangkit listrik tenaga panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.
Hal itu sejalan dengan langkah Presiden Indonesia Joko Widodo yang memposisikan Indonesia sebagai pusat rantai pasokan kendaraan listrik global. "Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dan IPO Harita Nickel (PT Trimegah Bangun Persada Tbk) baru-baru ini merupakan ukuran yang baik dari minat investor lokal dan internasional," kata Deloitte.
Deloitte menyebutkan bahwa Indonesia tampaknya akan memiliki tahun terbaik dalam hal mencatatkan hasil, dengan 44 IPO pada paruh pertama 2023. Selanjutnya, Thailand dan Malaysia mengikuti dengan masing-masing 18 dan 16 IPO pada periode yang sama.
Baca Juga: 5 Alasan Bos Wagner Kembali ke Rusia, Paling Utama Tidak Takut dengan Putin
Lihat Juga :