Bela Jokowi Soal Hilirisasi, Menteri ESDM Tegas Tak Mau Diatur IMF
Jum'at, 07 Juli 2023 - 15:19 WIB
loading...
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif secara tegas membela Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) terkait hilirisasi. Dia ingin hilirisasi tetap dijalankan bukan dihentikan seperti yang diinginkan Dana Moneter International atau IMF.
Sepakat dengan Presiden, Arifin secara tegas tidak ingin ekspor nikel dan mineral dihentikan. "Jangan dong. Kenapa melarang? Ini barang kan tidak terbarukan," tandasnya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/7/2023).
Baca Juga: Jokowi Diserang IMF Soal Hilirisasi, Sri Mulyani Bilang Begini
Terkait kemungkinan adanya gugatan, Arifin menekankan pemerintah harus dapat mempertahankan semaksimal mungkin rencana hilirisasi di Indonesia. "Kenapa mereka tidak mau kerja sama, kenapa tidak mau membangun fasilitas processing disini? Kenapa saat diperiksa baru jadi lapangan bukan sudah jadi 30, 40, 50 persen," tegasnya.
Ia pun mengaku tidak ingin masyarakat Indonesia hanya menjadi tukang gali tambang saja ketika negara lain melakukan ekspor barang jadi ke Indonesia. "Nah, kemudian kalau dia bikin processing barang jadi ekspor ke kita, kita ngapain? Kita jadi tukang gali tambang aja, jangan dong," jelasnya.
Sepakat dengan Presiden, Arifin secara tegas tidak ingin ekspor nikel dan mineral dihentikan. "Jangan dong. Kenapa melarang? Ini barang kan tidak terbarukan," tandasnya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/7/2023).
Baca Juga: Jokowi Diserang IMF Soal Hilirisasi, Sri Mulyani Bilang Begini
Terkait kemungkinan adanya gugatan, Arifin menekankan pemerintah harus dapat mempertahankan semaksimal mungkin rencana hilirisasi di Indonesia. "Kenapa mereka tidak mau kerja sama, kenapa tidak mau membangun fasilitas processing disini? Kenapa saat diperiksa baru jadi lapangan bukan sudah jadi 30, 40, 50 persen," tegasnya.
Ia pun mengaku tidak ingin masyarakat Indonesia hanya menjadi tukang gali tambang saja ketika negara lain melakukan ekspor barang jadi ke Indonesia. "Nah, kemudian kalau dia bikin processing barang jadi ekspor ke kita, kita ngapain? Kita jadi tukang gali tambang aja, jangan dong," jelasnya.
Lihat Juga :