WSBP Beberkan Strategi Usai Perubahan Kepemilikan Saham Perseroan
Senin, 10 Juli 2023 - 22:00 WIB
loading...
WSBP siapkan program hadapi perubahan kepemilikan saham. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Hasil hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Waskita Beton Precast Tbk ( WSBP ) tahun buku 2023 pada akhir Juni lalu, otomatis mengubah komposisi kepemilikan saham perseroan. Hasil RUPSLB menyepakati konversi utang menjadi ekuitas dan konversi utang menjadi obligasi wajib konversi (OWK) melalui proses penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD atau private placement).
Baca juga: RUPS WSBP Putuskan Peningkatan Modal Menjadi Rp4,3 Triliun lewat Private Placement
Untuk melakukan konversi, WSBP akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 33,60 miliar saham baru seri C yang akan dibagikan kepada seluruh kreditur dagang (vendor) dan OWK senilai Rp2,52 triliun yang akan dibagikan kepada pemegang obligasi dan PT Bank DKI. OWK nantinya juga akan dikonversi menjadi saham seri C pada tahun 2033.
Usai konversi itu, pada tahun ke-1, para kreditor WSBP menjadi pemegang saham mayoritas perseroan sebanyak 56,04%, diikuti publik 14,51%, dan PT Waskita Karya (WSKT) sebanyak 26,38%.
“Aksi korporasi ini dilakukan dalam rangka restrukturisasi keuangan perusahaan dan komitmen penyelesaian kewajiban sesuai kesepakatan dalam homologasi,” ungkap Fandy Dewanto, Vice President of Corporate Secretary, dalam keterangannya, Senin (10/7/2023).
Agar keberlanjutan bisnis WSBP tak mengalami kendala usai perubahan komposi kepemilikan itu, perseroan akan melakukan beberapa langkah. Pertama, WSBP terus melakukan komunikasi secara intens terhadap kreditur.
Baca juga: RUPS WSBP Putuskan Peningkatan Modal Menjadi Rp4,3 Triliun lewat Private Placement
Untuk melakukan konversi, WSBP akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 33,60 miliar saham baru seri C yang akan dibagikan kepada seluruh kreditur dagang (vendor) dan OWK senilai Rp2,52 triliun yang akan dibagikan kepada pemegang obligasi dan PT Bank DKI. OWK nantinya juga akan dikonversi menjadi saham seri C pada tahun 2033.
Usai konversi itu, pada tahun ke-1, para kreditor WSBP menjadi pemegang saham mayoritas perseroan sebanyak 56,04%, diikuti publik 14,51%, dan PT Waskita Karya (WSKT) sebanyak 26,38%.
“Aksi korporasi ini dilakukan dalam rangka restrukturisasi keuangan perusahaan dan komitmen penyelesaian kewajiban sesuai kesepakatan dalam homologasi,” ungkap Fandy Dewanto, Vice President of Corporate Secretary, dalam keterangannya, Senin (10/7/2023).
Agar keberlanjutan bisnis WSBP tak mengalami kendala usai perubahan komposi kepemilikan itu, perseroan akan melakukan beberapa langkah. Pertama, WSBP terus melakukan komunikasi secara intens terhadap kreditur.
Lihat Juga :