Rupiah Hari Ini Kembali Ditutup Menguat di Level Rp14.966
Kamis, 13 Juli 2023 - 16:10 WIB
loading...
A
A
A
Pembacaan IHK inti bulan Juni lebih rendah dari yang diperkirakan, sebesar 4,8%, tetapi masih relatif tinggi, dan jauh di atas angka utama, yang tumbuh 3%. The Fed awal tahun ini menandai tingkat puncak setidaknya 50 bps lebih dari 5,25% saat ini, meskipun data tenaga kerja yang lemah dan pembacaan CPI yang lemah mungkin melihat pergeseran dalam sikap ini selama pertemuan bank Juli.
Kemudian, spekulasi bahwa China akan meluncurkan lebih banyak langkah stimulus untuk mendukung pemulihan ekonomi yang melambat. Berbagai laporan dari outlet media pemerintah China menunjukkan bahwa pemerintah hampir menguraikan lebih banyak pengeluaran fiskal.
Dari sisi domestik, para ekonom banyak yang menganggap bahwa perlambatan ekonomi China memang berpotensi berdampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Hal itu karena keterkaitan ekonomi antara Indonesia dengan China cukup kuat.
"Estimasi sensitivitas pertumbuhan ekonomi China terhadap perekonomian Indonesia sebesar 0,39%, yang berarti perlambatan ekonomi China sebesar 1% berpotensi memperlambat ekonomi Indonesia sebesar 0,39%. Ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan mitra dagang lainnya, sebagai contoh Amerika Serikat," kata dia.
Selain itu, diperkirakan perlambatan ekonomi China juga akan menekan harga komoditas global, dan ini juga mempengaruhi ekonomi Indonesia yang masih cukup banyak mengandalkan komoditas, terutama batu bara dan CPO. Daerah-daerah penghasil komoditas kami perkirakan akan terdampak seperti di beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan.
Kemudian, spekulasi bahwa China akan meluncurkan lebih banyak langkah stimulus untuk mendukung pemulihan ekonomi yang melambat. Berbagai laporan dari outlet media pemerintah China menunjukkan bahwa pemerintah hampir menguraikan lebih banyak pengeluaran fiskal.
Dari sisi domestik, para ekonom banyak yang menganggap bahwa perlambatan ekonomi China memang berpotensi berdampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Hal itu karena keterkaitan ekonomi antara Indonesia dengan China cukup kuat.
"Estimasi sensitivitas pertumbuhan ekonomi China terhadap perekonomian Indonesia sebesar 0,39%, yang berarti perlambatan ekonomi China sebesar 1% berpotensi memperlambat ekonomi Indonesia sebesar 0,39%. Ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan mitra dagang lainnya, sebagai contoh Amerika Serikat," kata dia.
Selain itu, diperkirakan perlambatan ekonomi China juga akan menekan harga komoditas global, dan ini juga mempengaruhi ekonomi Indonesia yang masih cukup banyak mengandalkan komoditas, terutama batu bara dan CPO. Daerah-daerah penghasil komoditas kami perkirakan akan terdampak seperti di beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan.
Lihat Juga :