Trans Sumatera Tidak Layak Finansial, namun Sangat Dibutuhkan

Selasa, 28 Juli 2020 - 09:54 WIB
loading...
A A A
Nilai IRR yang tidak layak investasi ini terjadi salah satunya karena penguna JTTS masih sedikit. Seperti diketahui hingga kini Hutam Karya telah mengoperasikan JTTS sepanjang 364 Km. Trafik yang ada di JTTS saat ini berada jauh di bawah minimum trafik secara komersial. Menurut catatan Hilda, trafik lalu lintas di Trans Sumatra saat ini antara 10.000 hingga 5.000 trafik per hari. Padahal, minimum trafik jalan tol komersial mencapai 25.000 per hari.

Untuk mencari pendanaan kepada perbankan juga tidak gampang. Pasalnya, debt equity ratio (DER) Hutama Karya per akhir 2019 sudah mencapai 2,8 kali. Perbankan menginginkan untuk komersial DER sebesar 2,25 kali.

Kendala lainnya yang dihadapi Hutama Karya adalah mengenai pembebasan tanah. Soal yang satu ini, memang jadi kendala laten dalam membangun infrastrukur di negeri ini. Hutama Karya, menghadapi kenyataan, untuk keperluan pembebaskan tanah membutuhkan dana sekitar Rp 370 triliun. Sementara dana yang tersedia baru Rp 90 triliun.

Sederet kendala dan fakta bahwa JTTS tidak feasible sebagai proyek komesial, maka pemerintah pun menugaskan Hutama Karya, sebagai BUMN, untuk mengerjakan proyek ini. BUMN memang punya fungsi khusus, selain mengejar keuntungan, perusahaan negara juga memiliki tugas sebagai agent of development. Sehingga proyek yang dikerjakan oleh BUMN tidak selalu merupakan proyek yang mendatangkan keuntungan bagi perseroan.

Meski tidak layak secara finansial, Hilda Savitri menyatakan JTTS sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya yang ada di Sumatera. Manfaat tersebut tidak dapat dihitung dengan pendekatan finansial. Misalnya saja, proyek JTTS ini diprediski akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk 70.000 hingga 120.000 pekerja.

Proyek ini juga mampu menciptakan multiplier effect dua hingga tiga kali dari nilai investasinya. Mampu meningkatkan GDP daerah Rp 900 triliun-Rp 1.400 triliun. Tak hanya itu, keberadaan JTTS ini juga memangkas waktu tempuh dari Bakaheuni Lampung hingga ke Aceh sebanyak 53 menit. Waktu tempuh yang lebih singkat ini akan dapat menekan biaya logistik jadi lebih ekonomis.

Untuk mewujudkan Tol Trans Sumatera ini, Hutama Karya memang terus berupaya, jungkir balik untuk bisa mendapatkan dana yang dibutuhkan. Seperti perseroan mulai menagih hutang pemerintah untuk pembebasan lahan ke BUMN ini yang nilainya Rp 1,88 triliun.

Menerbitkan obligasi senilai USD600 juta. Untuk penerbitan obligasi, Hutama Karya mendapatkan jaminan untuk bisa menerbitkan surat utang hingga USD 1,5 miliar.

Memanfaatkan kucuran PMN yang sudah direalisasikan pemerintah sejak 2015 hingga 2020, sebesar Rp 19,1 triliun. Selain itu ada juga dukungan konstruksi untuk 130 km senilai Rp 16 triliun yang diambil dari konsesi Jalan Tol Trans Jawa.
Pendek kata semua upaya dilakukan Hutama Karya agar JTTS dapat terealisasi dan dapat segera memberikan manfaat kepada masyarakat luas.
(eko)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembebasan Lahan Tol...
Pembebasan Lahan Tol Trans Sumatera Dikebut, HK Gandeng Kejagung
Jalan Tol di Provinsi...
Jalan Tol di Provinsi Riau Ditargetkan Bertambah 30 Km Tahun Ini
Tol Trans Sumatera Diskon...
Tol Trans Sumatera Diskon 30% saat Lebaran 2026, Berikut Rincian Tarifnya
2,49 Juta Kendaraan...
2,49 Juta Kendaraan Melintas di Tol Trans Sumatera selama Libur Nataru
Daftar Jalan Tol Trans...
Daftar Jalan Tol Trans Sumatera yang Beroperasi Gratis Selama Periode Nataru
Tarif Tol Trans Sumatera...
Tarif Tol Trans Sumatera Diskon 20% Saat Nataru 2025, Berikut Jadwal Lengkapnya
Pembangunan Dermaga...
Pembangunan Dermaga dan Fasilitas Ekspor Terbesar Asia Tenggara di Tuban Rampung
Terbaru! Ini Daftar...
Terbaru! Ini Daftar 10 Tol Fungsional untuk Mudik Lebaran 2026
Bantuan Sembako hingga...
Bantuan Sembako hingga Alat Berat Dikirim Hutama Karya ke Wilayah Terdampak Banjir Sumbar
Rekomendasi
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Babak Pertama: Gol Ole...
Babak Pertama: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Ungguli Mozambik
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved