Beras Premium Lebih Baik dari Beras Medium, Mengapa?

Rabu, 19 Juli 2023 - 10:06 WIB
loading...
Beras Premium Lebih...
Bagi sebagian orang ada juga yang masih belum mengetahui perbedaan antara beras premium dan beras medium. Seperti apa perbedaan beras premium dan medium?. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Nasi telah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia sejak dahulu. Karenanya, tak heran jika terdapat berbagai macam jenis beras yang beredar di pasaran. Harganya pun juga berbeda, sesuai dengan kualitas yang dimiliki.

Baca Juga: Beras Premium Masih Dinilai sebagai Unggulan Pangan Terbaik

Umumnya, orang akan memperhatikan penampilan serta karakteristik beras sebelum membelinya. Namun, bagi sebagian orang ada juga yang masih belum mengetahui perbedaan antara beras premium dan beras medium.

Baca Juga: Nggak Perlu Musuhin Nasi saat Diet, Simak Cara Masak Nasi Biar Rendah Kalori!

Seperti apa perbedaan beras premium dan medium?

Mengutip laman resmi Kementerian Pertanian ( Kementan ), perbedaan utama beras premium dan medium ada pada kualitas tampilan beras (utuh dan patah), derajat sosoh, serta kebersihan beras dari benda asing lainnya.

5 hal utama yang dapat membantu Anda membedakan beras premium dan medium

1. Tingkat kepatahan butiran beras

Berdasarkan laman Kementan, beras dengan persentase beras kepala (butir hampir utuh hingga utuh) >95% dan derajat sosoh 100% kita sebut beras premium, sedangkan beras dengan persentase beras kepala <95% kita sebut beras medium. Jadi, perhatikan dengan seksama ketika Anda hendak membeli beras ya!

2. Segi warna

Selanjutnya, hal kasat mata yang dapat Anda lihat ketika hendak membeli beras adalah membedakan warna beras. Karena, beras premium dan medium memiliki warna yang berbeda.

Beras medium memiliki warna yang lebih semu atau lebih buram, jika dibandingkan dibandingkan dengan beras premium. Sementara, beras premium akan terlihat lebih terang.

3. Kebersihan beras

Pada beras medium, Anda akan kerap ditemukan bulir beras yang bercampur dengan kotoran, seperti batu atau gabah. Sementara, kotoran-kotoran semacam itu tidak ditemukan di beras premium.

Sehingga, menggunakan beras premium akan mempersingkat waktu Anda ketika memasak nasi. Hal ini dikarenakan Anda tidak perlu memilah beras dari kotoran terlebih dahulu, melainkan bisa langsung mencucinya.

4. Mutu Beras

Melansir laman Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Litbang), beras mutu terbaik menurut SNI ditentukan oleh kandungan beras kepala sebesar minimal 95% dan beras patah maksimal 5% dengan derajat sosoh 100% dan kadar air maksimal 14%.

Di sisi lain, SNI 6128-2015 mensyaratkan kelas mutu beras medium I mengandung beras kepala minimal 78% dan beras patah maksimal 20% dengan derajat sosoh 95% dan kadar air beras maksimal 14%.

5. Nasi yang dihasilkan

Perbedaan beras premium dan medium juga bisa dilihat dari kualitas nasi yang dihasilkan. Beras premium memiliki tampilan nasi yang lebih pulen, dan rasa yang lebih nikmat daripada beras medium.

Meski beras premium memiliki beberapa keunggulan, namun masih banyak orang yang enggan membeli beras ini, terutama karena faktor harga. Jika dibandingkan, sebenarnya hal ini selaras dengan apa yang akan Anda dapatkan.

Kalau nggak mau mahal, beli Beras Keluarga Bijak (BKB) saja!

Beras Keluarga Bijak (BKB) merupakan beras kualitas atas dengan harga pantas. Sehingga, Anda tidak perlu merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati sepiring nasi pulen yang enak disantap dengan lauk apa pun ini!

Apalagi kalau beli berasnya di AladinMall , Anda bisa dapat harga super hemat karena ada banyak promo menarik! Dan yang nggak kalah penting, Anda bisa dapat gratis ongkos kirim (ongkir) tanpa batas!
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Ditjen Hortikultura...
Ditjen Hortikultura dan Ewindo Perluas Peran Masyarakat Kota dalam Ketahanan Pangan
Tepis Feri Amsari, HKTI...
Tepis Feri Amsari, HKTI Sebut Kondisi Riil Stok Beras Melimpah
Dukung Swasembada Pangan,...
Dukung Swasembada Pangan, BRIN Jadi Dapur Riset Sinergi dengan Kementan dan Kemdiktisaintek
Rekomendasi
Kangen Dono dan Kasino,...
Kangen Dono dan Kasino, Indro Warkop Ciptakan Lagu 'Dan Aku Rindu'
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved