Siap-siap! Hadapi Lonjakan Harga Pangan Global Imbas Kebijakan India dan Rusia

Jum'at, 21 Juli 2023 - 08:47 WIB
loading...
A A A
Pasokan pangan saat ini di bawah tekanan, usai Rusia menarik diri dari kesepakatan yang menjamin perjalanan yang aman dari biji-bijian Ukraina, termasuk gandum. Di sisi lain India adalah pengekspor beras terbesar di dunia, setara lebih dari 40% dari pengiriman global.

Beras non-basmati terutama diekspor ke negara-negara di Asia dan Afrika. Tahun lalu, pemerintah India memberlakukan pajak ekspor 20% untuk mencoba mencegah penjualan ke luar negeri. Kebijakan tersebut juga membatasi pengiriman gandum dan gula.

Tetapi ekspor menjadi pilihan karena bisa lebih menguntungkan bagi petani India daripada menjual di dalam negeri. Sementara itu, Pemerintah mengatakan, para petani masih akan dapat mengekspor jenis beras lain, termasuk basmati gandum panjang, untuk memastikan mereka "mendapatkan manfaat dari harga yang menguntungkan di pasar internasional".

"Negara juga akan mempertimbangkan permintaan agar mengizinkan pengiriman ke negara lain berdasarkan kebutuhan ketahanan pangan," kata Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri.

Invasi Rusia ke Ukraina tahun lalu, telah menyebabkan harga pangan global melonjak. Ketika tekanan-tekanan itu sedikit mereda di tingkat internasional, cuaca buruk menerpa India dan telah merusak tanaman di banyak negara bagian utara, mendorong biaya untuk banyak barang - termasuk tomat dan bawang - yang meningkat tajam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Menpar: Prambanan Jadi...
Menpar: Prambanan Jadi Jembatan Pariwisata Budaya dan Spiritual Indonesia-India
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Rekomendasi
Transformasi Transportasi,...
Transformasi Transportasi, Jumlah Penumpang KAI Naik 10 Persen
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Hakim Jadwalkan Putusan Praperadilan ke-2 Roy Suryo pada 20 Juli 2026
Partai Perindo Hadirkan...
Partai Perindo Hadirkan Sembako Murah melalui Program Warung Kita
Berita Terkini
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
OBATApps dan Dami Sariwana...
OBATApps dan Dami Sariwana Perkuat Kompetensi Mahasiswa Farmasi
Kemnaker Wajibkan Perusahaan...
Kemnaker Wajibkan Perusahaan Mitra MagangHub 2026 Terdaftar di WLKP
Bittime Sambut Roadmap...
Bittime Sambut Roadmap IAKD OJK, Langkah Strategis Perkuat Industri Aset Digital
B50 Bawa RI Tak Lagi...
B50 Bawa RI Tak Lagi Impor Solar, Prabowo Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved