Australia Dukung Startup Penyedia Layanan Identitas dan Tanda Tangan Digital Indonesia
Selasa, 25 Juli 2023 - 18:23 WIB
loading...
Menteri Industri dan Sains Australia The Hon Ed Husic MP, Duta Besar Australia untuk Indonesia HE Penny Williams PSM berkunjung ke kantor Privy di Jakarta. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Australia menyambut baik dan mendukung ekspansi Privy ke Australia sebagai salah satu manifestasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Privy, startup penyedia layanan identitas dan tanda tangan digital, merupakan perusahaan SaaS (Software as a Service) Indonesia pertama yang melakukan ekspor layanan ke negara maju.
Baca juga: Kapal Mata-mata China Intai Latihan Perang Australia-AS Cs
Senin kamarin (24/7/2023), Menteri Industri dan Sains Australia The Hon Ed Husic MP, Duta Besar Australia untuk Indonesia HE Penny Williams PSM, beserta jajarannya berkunjung ke kantor Privy di Jakarta. Kunjungan delegasi Pemerintah Australia tersebut bertujuan untuk mengenal lebih dalam layanan identitas dan tanda tangan digital, sistem keamanan informasi, tim manajemen Privy, serta mengapresiasi langkah Privy untuk berinvestasi di Australia.
The Hon mengatakan ekosistem digital Indonesia sangat dinamis dan berkembang pesat. Dirinya sangat antusias dengan peluang untuk mengembangkan hubungan Australia-Indonesia di bidang ini.
"Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi dan orang-orang yang bekerja di dalamnya, kita juga membutuhkan keyakinan dan kepercayaan. Jadi apa yang dilakukan Privy di sini sangat penting. Privy adalah salah satu perusahaan teknologi inovatif Indonesia yang merintis jalan bagi lebih banyak kemitraan digital di bawah Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia,” ujar The Hon dikutip Selasa (25/7/2023).
Baca juga: Kapal Mata-mata China Intai Latihan Perang Australia-AS Cs
Senin kamarin (24/7/2023), Menteri Industri dan Sains Australia The Hon Ed Husic MP, Duta Besar Australia untuk Indonesia HE Penny Williams PSM, beserta jajarannya berkunjung ke kantor Privy di Jakarta. Kunjungan delegasi Pemerintah Australia tersebut bertujuan untuk mengenal lebih dalam layanan identitas dan tanda tangan digital, sistem keamanan informasi, tim manajemen Privy, serta mengapresiasi langkah Privy untuk berinvestasi di Australia.
The Hon mengatakan ekosistem digital Indonesia sangat dinamis dan berkembang pesat. Dirinya sangat antusias dengan peluang untuk mengembangkan hubungan Australia-Indonesia di bidang ini.
"Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi dan orang-orang yang bekerja di dalamnya, kita juga membutuhkan keyakinan dan kepercayaan. Jadi apa yang dilakukan Privy di sini sangat penting. Privy adalah salah satu perusahaan teknologi inovatif Indonesia yang merintis jalan bagi lebih banyak kemitraan digital di bawah Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia,” ujar The Hon dikutip Selasa (25/7/2023).
Lihat Juga :