Goreng-goreng Saham Sempat Mencuat, OJK Krusial Jaga Integritas Pasar Modal
Selasa, 28 Juli 2020 - 18:06 WIB
loading...
Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sangat dominan dalam meningkatkan integritas pasar modal. Bahkan OJK mampu bergerak cepat ketika pasar saham Indonesia mengalami sejumlah permasalahan akibat goreng-goreng saham. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sangat dominan dalam meningkatkan integritas pasar modal. Bahkan OJK mampu bergerak cepat ketika pasar saham Indonesia mengalami sejumlah permasalahan akibat goreng-goreng saham.
“Ketika orang manipulasi pasar, ini sama saja dalam satu negara ada TNI-polisi tapi masih ada kejahatan. Otoritas sudah melakukan banyak hal, ketika orang mau goreng saham, peran otoritas sangat penting di pasar karena kalau dibiarkan seperti bola salju yang besar,” ujar Pengamat Pasar Modal Hans Kwee di Jakarta, Selasa (28/7/2020).
(Baca Juga: Perkuat Perbankan, OJK Lakukan Pengawasan Berlapis )
Sebagai contoh adalah kebijakan buyback saham tanpa harus RUPS sebagai respons OJK menghadapi tekanan dampak Pandemi Covid-19. Menurutnya, kebijakan ini bagus karena bisa meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Melalui buyback, perusahaan bisa membeli saham dengan harga murah sehingga akan menguntungkan.
Dia menuturkan, reformasi kebijakan pasar modal oleh OJK cukup bagus, industri keuangan berkembang pesat sekali, pasar keuangan sekarang terintegrasi. "Beberapa reformasi dilakukan seperti kasus-kasus MI. Itu Otoritas berusaha menahan bola salju yang seperti ponzi scenario. Pengawasan pasar dilakukan scara realtime, jadi pengawasan ini bagus dari OJK," jelasnya.
“Ketika orang manipulasi pasar, ini sama saja dalam satu negara ada TNI-polisi tapi masih ada kejahatan. Otoritas sudah melakukan banyak hal, ketika orang mau goreng saham, peran otoritas sangat penting di pasar karena kalau dibiarkan seperti bola salju yang besar,” ujar Pengamat Pasar Modal Hans Kwee di Jakarta, Selasa (28/7/2020).
(Baca Juga: Perkuat Perbankan, OJK Lakukan Pengawasan Berlapis )
Sebagai contoh adalah kebijakan buyback saham tanpa harus RUPS sebagai respons OJK menghadapi tekanan dampak Pandemi Covid-19. Menurutnya, kebijakan ini bagus karena bisa meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Melalui buyback, perusahaan bisa membeli saham dengan harga murah sehingga akan menguntungkan.
Dia menuturkan, reformasi kebijakan pasar modal oleh OJK cukup bagus, industri keuangan berkembang pesat sekali, pasar keuangan sekarang terintegrasi. "Beberapa reformasi dilakukan seperti kasus-kasus MI. Itu Otoritas berusaha menahan bola salju yang seperti ponzi scenario. Pengawasan pasar dilakukan scara realtime, jadi pengawasan ini bagus dari OJK," jelasnya.
Lihat Juga :