Airlangga Ungkap Potensi Menggiurkan dari DHE SDA, Nilainya Rp901 Triliun Per Tahun
Jum'at, 28 Juli 2023 - 13:19 WIB
loading...
Menko Airlangga Hartarto buka-bukaan soal potensi yang dihasilkan dari Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), berdasarkan hitungan dari Gubernur BI. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto buka-bukaan soal potensi yang dihasilkan dari Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Potensinya sangat besar, dimana berdasarkan data tahun 2022, SDA dari 4 sektor totalnya mencapai USD203 miliar atau sebesar 69,5% dari total ekspor.
"Dengan ketentuan DHE SDA , maka minimal 30% dari nominal USD203 miliar itu nilainya USD60 miliar dalam setahun, dan sebetulnya dari total ekspor Indonesia, potensinya bisa menjadi USD9 miliar, berdasarkan hitungan pak Gubernur (BI)," ungkap Airlangga dalam Konferensi Pers DHE di Jakarta, Jumat (28/7/2023).
Baca Juga: Jawaban Luhut Saat Pengusaha Serang Kebijakan Devisa Hasil Ekspor
Sehingga, kata dia potensinya bisa berada di kisaran USD60 miliar (setara Rp901,5 triliun dengan Kurs Rp15.025/USD) hingga USD100 miliar. "Rincian dari 4 sektor, sektor tertinggi memang pertambangan atau 44% setara USD129 miliar, dan utamanya batu bara hampir 36% dari sektor pertambangan," ucap Airlangga.
Untuk perkebunan, ada USD55,2 miliar atau 18%, dengan komoditas terbesar adalah kelapa sawit, yang besarnya mencapai USD27,8 miliar atau 50,3%. Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Bisa Tembus USD300, Luhut: DHE Itu Sangat Penting!
"Untuk kehutanan sebesar USD11,9 miliar atau 4,1%, yang terbesar adalah pulp and paper industri, sementara sektor perikanan sebesar USD6,9 miliar, yang terbesar adalah udang dan yang lain," sambung Airlangga.
Dalam PP 36 ini, sektor wajibnya hanyalah sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan yang diolah. Kemudian penempatannya diatur dalam rekening khusus dan ekspornya minimal USD250 ribu per dokumen.
"Dengan ketentuan DHE SDA , maka minimal 30% dari nominal USD203 miliar itu nilainya USD60 miliar dalam setahun, dan sebetulnya dari total ekspor Indonesia, potensinya bisa menjadi USD9 miliar, berdasarkan hitungan pak Gubernur (BI)," ungkap Airlangga dalam Konferensi Pers DHE di Jakarta, Jumat (28/7/2023).
Baca Juga: Jawaban Luhut Saat Pengusaha Serang Kebijakan Devisa Hasil Ekspor
Sehingga, kata dia potensinya bisa berada di kisaran USD60 miliar (setara Rp901,5 triliun dengan Kurs Rp15.025/USD) hingga USD100 miliar. "Rincian dari 4 sektor, sektor tertinggi memang pertambangan atau 44% setara USD129 miliar, dan utamanya batu bara hampir 36% dari sektor pertambangan," ucap Airlangga.
Untuk perkebunan, ada USD55,2 miliar atau 18%, dengan komoditas terbesar adalah kelapa sawit, yang besarnya mencapai USD27,8 miliar atau 50,3%. Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Bisa Tembus USD300, Luhut: DHE Itu Sangat Penting!
"Untuk kehutanan sebesar USD11,9 miliar atau 4,1%, yang terbesar adalah pulp and paper industri, sementara sektor perikanan sebesar USD6,9 miliar, yang terbesar adalah udang dan yang lain," sambung Airlangga.
Dalam PP 36 ini, sektor wajibnya hanyalah sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan yang diolah. Kemudian penempatannya diatur dalam rekening khusus dan ekspornya minimal USD250 ribu per dokumen.
Lihat Juga :