Rupiah Masih Ambruk di Zona Merah, Hari Ini Bertengger ke Level Rp15.105/USD
Jum'at, 28 Juli 2023 - 16:44 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat (28/7/2023) ditutup melemah ke zona merah. Kurs rupiah terpantau turun 110 poin. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat (28/7/2023) ditutup melemah ke zona merah. Kurs rupiah terpantau turun 110 poin di level Rp15.105 per USD dari penutupan sebelumnya Rp14.022.
Baca Juga: Yuan Tendang Dolar AS dalam Perdagangan Bilateral China
Pelemahan mata uang Garuda juga melemah menurut data JISDOR BI, dimana hari ini bertengger pada level Rp15.083 per USD. Nilai tukar rupiah terus merosot bila melihat sesi sebelumnya Rp15.003/USD.
Baca Juga: Melawan USD, Rupiah Hari Ini Ditutup Stagnan di Rp15.027
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS melonjak setelah rilis data yang menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan pada kuartal kedua, menunjukkan kemungkinan resesi semakin kecil pada paruh kedua tahun ini.
"Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga lebih lanjut, setelah melakukannya sekali lagi pada hari Rabu, jika terus melihat angka ekonomi yang kuat secara keseluruhan," tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (28/7/2023).
Baca Juga: Yuan Tendang Dolar AS dalam Perdagangan Bilateral China
Pelemahan mata uang Garuda juga melemah menurut data JISDOR BI, dimana hari ini bertengger pada level Rp15.083 per USD. Nilai tukar rupiah terus merosot bila melihat sesi sebelumnya Rp15.003/USD.
Baca Juga: Melawan USD, Rupiah Hari Ini Ditutup Stagnan di Rp15.027
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS melonjak setelah rilis data yang menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan pada kuartal kedua, menunjukkan kemungkinan resesi semakin kecil pada paruh kedua tahun ini.
"Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga lebih lanjut, setelah melakukannya sekali lagi pada hari Rabu, jika terus melihat angka ekonomi yang kuat secara keseluruhan," tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (28/7/2023).
Lihat Juga :