alexametrics

Surveyor Indonesia Bangun Laboratorium Terintegrasi Energi

loading...
Surveyor Indonesia Bangun Laboratorium Terintegrasi Energi
PT Surveyor Indonesia berencana membangun laboratorium terintegrasi sektor energi guna memperkokoh posisinya di segmen layanan konsultasi pertambangan. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - PT Surveyor Indonesia (Persero) berencana membangun laboratorium terintegrasi di sektor energi guna memperkokoh posisinya di segmen layanan konsultasi sektor pertambangan, khususnya batu bara.

Direktur Utama Surveyor Indonesia, M Arif Zainuddin mengatakan, saat ini perseroan telah memiliki 18 lokasi laboratorium di seluruh Indonesia. Dengan dibangunnya laboratorium yang terintegrasi ini, sistem manajemennya akan menjadi terpusat.

"Anggarannya kira-kira untuk lab terpadu berikut dengan semua akreditasinya sekitar Rp70 miliar," kata Arif dalam media gathering PT Surveyor Indonesia di Jakarta, Rabu (14/12/2016).



Dia menjelaskan, rencana pembangunan laboratorium terpadu sektor energi tersebut akan dilakukan pada 2017. Hal ini mengingat kajian pembangunan laboratorium terpadu tersebut telah rampung dilakukan.

"Kajiannya sudah matang. Nanti semua pelayanan diharapkan di lab terpadu itu, 2017 rencananya," tutur Arif.

Meski demikian, pihaknya belum menentukan lokasi pembangunan laboratorium terpadu sektor energi tersebut. Dia hanya memastikan bahwa lahan yang digunakan harus dekat dengan pusat kota yakni Jakarta, mengingat potensi market jasa survei, inspeksi, verifikasi dan sertifikasi banyak terdapat di Jakarta.

"Yang bikin lab terpadu, kita akan melakukan investasi untuk lab di sekitar Jakarta. Potensi market paling gampang untuk pengiriman sampel, maka integrated lab bisa di sekitar Jakarta," terangnya.

Untuk diketahui, Surveyor Indonesia telah memiliki laboratorium lingkungan di Batam, Medan dan Bandah Aceh. Sedangkan laboratorium minya sawit milik perseroan telah berada di Dumai.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak