Penyaluran Bansos dan PKH, Pos Indonesia Gunakan Teknologi Canggih

Minggu, 30 Juli 2023 - 10:32 WIB
loading...
Penyaluran Bansos dan...
Direktur Operasi dan Digital Service PT Pos Indonesia Hariadi mengatakan, ada dua teknologi digital yang diterapkan untuk menyalurkan bansos sembako dan PKH. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) terus berinovasi untuk menuntaskan amanah penyaluran bantuan dari pemerintah, yakni bansos sembako, dan program keluarga harapan (PKH). Salah satunya memanfaatkan digitalisasi dalam mengalokasikan penyaluran bantuan.

Direktur Operasi dan Digital Service PT Pos Indonesia Hariadi mengatakan, ada dua teknologi digital yang diterapkan untuk menyalurkan bansos sembako dan PKH. Tujuannya untuk memvalidasi data penerima bantuan atau Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ).

Pertama, menerapkan teknologi face recognition. Dalam penerapannya, Pos Indonesia menggunakan proses verifikasi melalui Electronic Know Your Customer atau dikenal dengan e-KYC.

"Itu adalah proses melakukan autentikasi antara data aktual, gambar yang kita ambil di lapangan dibandingkan dengan data set atau data referensi. Dalam hal ini, tentu kita membandingkan dengan data dari KPM yang tersimpan di Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil)," kata Hariadi dalam siaran persnya, Minggu (30/7/2023). Baca juga: Jokowi Tambah Anggaran Bansos Rp8 Triliun, Dicairkan Oktober-Desember 2023

Kedua, Pos Indonesia menerapkan teknologi geotagging. Teknologi tersebut digunakan untuk mengecek lokasi KPM. "Kalau kita bicara geotagging adalah bagaimana kita mendapatkan informasi real time terkait dengan geotag, posisi lokasi di mana status atau image tersebut diambil," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
AP Solution Day 2026...
AP Solution Day 2026 Dorong Transformasi Digital melalui Solusi AI
Lepas Jabatan Direktur...
Lepas Jabatan Direktur Transjakarta, Daud Joseph Didapuk jadi Dirut PT Pos Indonesia
Silaturahmi Lancar,...
Silaturahmi Lancar, Rumah Tetap Aman dengan Smarthome Plus
Komitmen pada Transformasi...
Komitmen pada Transformasi Digital, Peruri Borong Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang Digital Day 2026
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Sinkronisasi Data Bansos, 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan
SUSECON 2026, SUSE Perkuat...
SUSECON 2026, SUSE Perkuat Penawaran Open Source dan Inovasi Produk Berbasis Agen
Rekomendasi
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved