Setahun Fase Produksi, Gema Kreasi Perdana Setor Rp123 M ke Negara

Selasa, 01 Agustus 2023 - 14:01 WIB
loading...
Setahun Fase Produksi,...
PT Gema Kreasi Perdana berkontribusi langsung dengan menggerakkan roda perekonomian daerah dan masyarakat setempat. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Setahun memasuki fase produksi, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, PT Gema Kreasi Perdana (GKP) memberikan kontribusi berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan pajak total mencapai Rp123 miliar. Perusahaan juga berkontribusi langsung dengan menggerakkan roda perekonomian daerah dan masyarakat setempat.

"GKP berkomitmen penuh untuk terus memberikan sumbangsih nyata kepada masyarakat di Pulau Wawonii dan penerimaan negara, sehingga dapat memberikan multiplier effect dalam menggerakkan roda perekonomian, baik secara nasional maupun di daerah, seperti melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang sangat dominan, serta mendorong geliat pertumbuhan usaha lokal," ujar Manager Strategic Communication GKP Alexander Lieman, Selasa (1/8/2023).

Baca Juga: 32 Smelter Dibangun Tahun Ini, Terbanyak Hilirisasi Tambang Nikel

Dia mengatakan, kontribusi langsung GKP terhadap masyarakat dan penerimaan negara naik signifikan setelah memasuki tahap produksi. Alexander pun optimistis GKP akan terus meningkatkan kontribusinya terhadap penerimaan negara, baik PNBP maupun pajak seiring dengan meningkatnya produksi nikel. Kontribusi langsung ke masyarakat antara lain mencakup berbagai komponen, seperti belanja bahan pangan ke pemasok lokal, kebutuhan operasional karyawan lokal, dan penggunaan jasa lokal. Proses ini memicu multiplier effect bagi lingkungan sekitarnya.

GKP, imbuh dia, juga menciptakan lapangan pekerjaan yang baru dan lebih luas, khususnya bagi masyarakat sekitar area operasi tambang. Hingga pertengahan 2023, tercatat GKP telah merekrut kurang lebih 600 tenaga kerja Indonesia dan dominan pekerja lokal yang mencapai 416 orang atau sekitar 69%. "Geliat munculnya lapangan kerja baru juga terlihat dari banyaknya usaha baru yang muncul, khususnya di desa-desa lingkar tambang, seperti usaha pembuatan batako, usaha kos-kosan, usaha warung-warung kecil, usaha air minum isi ulang, dan lainnya," paparnya.

Baca Juga: 5 Dampak Sistem Pembayaran BRICS terhadap SWIFT Milik Bank Dunia

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertambangan menjadi salah satu sektor utama yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2022 sebesar 5,31%. Sektor pertambangan berkontribusi 12,22% atau di posisi ke-4 setelah sektor industri pengolahan; perdagangan besar-eceran; serta pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Tak heran jika aktivitas pertambangan juga berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian di suatu daerah. Di Kabupaten Konawe Kepulauan misalnya, PDRB tahun 2022 tumbuh 3,2% lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada tahun sebelumnya yang sebesar 2,3% dan -0,63% pada tahun 2020. Bahkan, tren pertumbuhan kontribusi pertambangan di Konawe Kepulauan menjadi yang tertinggi sejak 2014, yakni mencapai 32% dari total PDRB.

"Di sektor pertambangan, GKP menjadi satu-satunya perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Konawe Kepulauan. Kami berharap kehadiran GKP terus memberikan dampak positif terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasi dan juga Pulau Wawonii secara keseluruhan," tutur Alexander.

Sebagai informasi, PT GKP yang bergerak di bidang pertambangan nikel dan mineral telah mendapatkan legalitas yang lengkap dan sah, khususnya Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) pada akhir 2019 dan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) pada pertengahan 2014. GKP baru memulai tahap produksi aktif dan berhasil melakukan pengapalan perdana ore nikel pada Agustus 2022.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarik Dana JHT BPJS...
Tarik Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Dipotong Pajak, Purbaya Buka Suara
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto: Saya Tidak Terima Uang
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Rekomendasi
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
AEF/MANTENA Cup Jadi...
AEF/MANTENA Cup Jadi Ajang Persiapan Atlet Berkuda Indonesia Menuju Asian Games 2026
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved