Perang Hampir 18 Bulan, Ini Alasan Ekonomi Rusia Tetap Tangguh
Rabu, 02 Agustus 2023 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Namun, para ahli ekonomi tidak optimis mengenai prospek ekonomi Rusia meskipun mereka mengakui kekuatan ekonominya saat ini. Pada bulan April tahun lalu, Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina mengatakan bahwa cadangan devisa negara ini tidak akan bertahan selamanya.
Baca Juga: Situasi Memanas, 2 Helikopter Sekutu Rusia Serbu Negara NATO
Pada bulan Desember, ia juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai inflasi dan ketatnya pasar tenaga kerja akibat wajib militer yang diberlakukan Putin. Dia mengulangi kekhawatirannya tentang kenaikan harga dan kekurangan tenaga kerja dalam pengumuman kenaikan suku bunga di bulan Juli.
Ariel Chernyy, seorang ekonom di bank Italia UniCredit, memperkirakan PDB Rusia akan tumbuh 1% tahun ini membalikkan kontraksi 2,1% tahun lalu, menurut sebuah catatan pada 6 Juli yang dilihat oleh Insider.
Chernyy mengatakan bahwa ketahanan ekonomi negara ini disebabkan oleh pengeluaran pemerintah dan implementasi proyek-proyek substitusi impor yang mendorong industri domestik. Namun, hal ini tidak berarti tingkat pertumbuhan PDB yang lebih tinggi yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang karena menyusutnya jumlah tenaga kerja dan isu-isu lain seperti substitusi impor yang lebih rendah.
Baca Juga: Situasi Memanas, 2 Helikopter Sekutu Rusia Serbu Negara NATO
Pada bulan Desember, ia juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai inflasi dan ketatnya pasar tenaga kerja akibat wajib militer yang diberlakukan Putin. Dia mengulangi kekhawatirannya tentang kenaikan harga dan kekurangan tenaga kerja dalam pengumuman kenaikan suku bunga di bulan Juli.
Ariel Chernyy, seorang ekonom di bank Italia UniCredit, memperkirakan PDB Rusia akan tumbuh 1% tahun ini membalikkan kontraksi 2,1% tahun lalu, menurut sebuah catatan pada 6 Juli yang dilihat oleh Insider.
Chernyy mengatakan bahwa ketahanan ekonomi negara ini disebabkan oleh pengeluaran pemerintah dan implementasi proyek-proyek substitusi impor yang mendorong industri domestik. Namun, hal ini tidak berarti tingkat pertumbuhan PDB yang lebih tinggi yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang karena menyusutnya jumlah tenaga kerja dan isu-isu lain seperti substitusi impor yang lebih rendah.
(nng)
Lihat Juga :