Semoga, Target Substitusi Impor Mencapai 35% di 2022 Tercapai

Rabu, 29 Juli 2020 - 15:54 WIB
loading...
Semoga, Target Substitusi...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Herman Supriadi mengatakan, di era pandemi ini yang paling cepat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor industri, adalah dengan program substitusi impor. Pihaknya menargetkan akan bisa mensubstitusi impor sebesar 35% di 2022.

"Memang kita tidak bisa menutup seluruh impor menjadi 100%. Tapi di 2022 kita targetkan substitusi impor mencapai 35%. Angka itu sudah cukup mendongkrak produksi eksisting industri sampai Rp5.868 triliun," kata Herman dalam diskusi webinar, Rabu (29/7/2020).

Ia menjelaskan, ada empat langkah yang harus dilakukan dalam menjalankan program substitusi impor, yaitu pendalaman struktur industri, kemandirian bahan baku, regulasi dan insentif, serta pengoptimalan peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN). ( Baca juga:Bea Cukai Makassar Musnahkan Barang-barang Pornografi dari China )

"Saat hal yang penting saat pandemi terjadi, kekurangan bahan baku menjadi masalah bagi industri. Untuk itu diperlukan kemandirian dalam pemenuhan bahan baku. Inilah yang harus segera dibenahi," jelasnya.

Selain itu, skenario lain untuk menurunkan impor adalah dengan mensubstitusi impor pada industri dengan nilai impor besar, yakni industri makanan, industri tekstil, industri bahan kimia dan barang kimia, industri logam dasar juga industri komputer dan barang elektronik.

Namun, menurutnya, langkah yang terpenting saat ini adalah penangan Covid-19 secara efektif. Pasalnya, jika penanganan tidak berjalan dengan baik maka program-program substitusi impor ini akan terhambat.

"Program substitusi impor tentu tidak akan terlaksana bila penanganan Covid-19 tidak terkendali. Apalagi sampai saat ini penanganannya masih manual sehingga kurang percaya diri dalam melaksanakan kegiatan industri," tutupnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Periksa 20 Petinggi Forwarder
Rekomendasi
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved