IDMA Ekspansi ke ASEAN Pimpin Permintaan Gandum
Rabu, 09 Agustus 2023 - 23:12 WIB
loading...
CEO IDMA Internasional Muhammad Ali Kalkan. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - IDMA, Perusahaan global berbasis di Turki dalam industri pameran internasional terbesar di dunia dalam sektor teknologi produksi tepung, biji-bijian, dan pakan biji- bijian, memulai ekspansi strategis ke Asia Tenggara. Wilayah Asia Tenggara saat ini tengah mengalami lonjakan permintaan yang luar biasa akan produk-produk berbasis biji-bijian.
IDMA akan mengikutsertakan seluruh audiensnya di Jakarta bersama-sama pada 4-6 Oktober 2023, bekerja sama dengan pemerintah dan industri di Indonesia. IDMA Indonesia akan membangun platform yang memungkinkan peserta pameran dan pengunjung untuk mengeksplorasi teknologi inovatif, membina kemitraan strategis, dan memanfaatkan peluang di pasar regional.
"Ketahanan pangan global yang berkelanjutan saat ini amat penting karena mengalami tantangan berat akibat dari berbagai faktor seperti perubahan iklim, pandemi COVID-19, dan konflik Rusia- Ukraina" ujar CEO IDMA Internasional Muhammad Ali Kalkan, Rabu (9/8/2023).
Baca Juga: Gawat! IMF Ramalkan Harga Biji-bijian Global Bisa Meningkat Tajam
Daerah ASEAN saat ini tergantung pada pasar internasional dan impor untuk mensuplai pangan tanaman yang berbasis biji-bijan. Dengan penduduk sebanyak 700 juta di kawasan ini, meningkatkan kebutuhan pangan berbasis biji-bijian sebanyak 40% pada tahun 2050. Laporan "FAO-OECD Agricultural Outlook 2023-2032" yang dirilis pada awal Juli 2023 juga mengungkapkan bahwa negara-negara Asia akan memimpin peningkatan permintaan sereal, tambah Ali. Menurut laporan tersebut, penggunaan biji-bijian secara global, yaitu 2,8 miliar ton, akan meningkat menjadi 3,1 miliar ton dalam 10 tahun dan hampir setengah dari peningkatan permintaan yang sudah diperhitungkan akan berasal dari Asia, khususnya daerah ASEAN.
IDMA akan mengikutsertakan seluruh audiensnya di Jakarta bersama-sama pada 4-6 Oktober 2023, bekerja sama dengan pemerintah dan industri di Indonesia. IDMA Indonesia akan membangun platform yang memungkinkan peserta pameran dan pengunjung untuk mengeksplorasi teknologi inovatif, membina kemitraan strategis, dan memanfaatkan peluang di pasar regional.
"Ketahanan pangan global yang berkelanjutan saat ini amat penting karena mengalami tantangan berat akibat dari berbagai faktor seperti perubahan iklim, pandemi COVID-19, dan konflik Rusia- Ukraina" ujar CEO IDMA Internasional Muhammad Ali Kalkan, Rabu (9/8/2023).
Baca Juga: Gawat! IMF Ramalkan Harga Biji-bijian Global Bisa Meningkat Tajam
Daerah ASEAN saat ini tergantung pada pasar internasional dan impor untuk mensuplai pangan tanaman yang berbasis biji-bijan. Dengan penduduk sebanyak 700 juta di kawasan ini, meningkatkan kebutuhan pangan berbasis biji-bijian sebanyak 40% pada tahun 2050. Laporan "FAO-OECD Agricultural Outlook 2023-2032" yang dirilis pada awal Juli 2023 juga mengungkapkan bahwa negara-negara Asia akan memimpin peningkatan permintaan sereal, tambah Ali. Menurut laporan tersebut, penggunaan biji-bijian secara global, yaitu 2,8 miliar ton, akan meningkat menjadi 3,1 miliar ton dalam 10 tahun dan hampir setengah dari peningkatan permintaan yang sudah diperhitungkan akan berasal dari Asia, khususnya daerah ASEAN.
Lihat Juga :