Industri Otomotif Indonesia Bisa Masuk 5 Besar Dunia, Asalkan Pajaknya?

Kamis, 10 Agustus 2023 - 17:29 WIB
loading...
Industri Otomotif Indonesia...
Indonesia berpeluang masuk lima besar produsen otomotif dunia. Foto/Dok
A A A
TANGERANG - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa industri otomotif Indonesia bisa masuk lima besar dunia. Peluang itu diungkapkan Airlangga saat membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, hari ini (10/8/2023).

Baca juga: Menperin Tegaskan Rencana Tesla Bangun Pabrik di Indonesia Masih Belum Jelas

Menanggapi pernyataan itu, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menilai, Indonesia sangat mampu untuk masuk ke peringkat 5 di industri otomotif dunia.

"Bisa. Sangat bisa. Karena kan masyarakat kita lagi bonus demografi. Jadi tumbuh terus konsumsinya. Jadi sebenarnya potensi market tuh sangat ada," kata Bob.

Bob menjelaskan bahwa Indonesia akan mengalami puncak demografi pada 2030, dengan 70% angkatan kerja di bawah umur 30 tahun. Kondisi itu itu juga di dorong dengan income per kapita yang tumbuh.

Meski begitu, lanjut Bob, ada hal yang perlu menjadi perhatian oleh pemerintah. Mulai dari eksositem hingga pajak.

"Dan terakhir menurut saya ekosistemnya, nah harus dieavaluasi, jangan sampai terlalu tinggi pajaknya menjadi gak berkembang market kita," ujarnya.

Bob menceritakan bahwa saat pemerintah mengeluarkan kebijakan insentif PPnBM untuk industri otomotif yang membuat penjualan meningkat. Menurutnya hal ini yang harus dibicarakan kembali dengan pemerintah.

"Misalnya contoh kita selalu dibandingkan dengan Thailand kan. Pernah ga kita bandingin pajaknya? Jadi pengalaman kita waktu 2019, Covid itu kan pemerintah kasih (insentif) PPnBM kan, itu market langsung naik. Nah kemudian pajak yang kita bayarkan ke pemerintah bukan turun malah naik," terangnya.

Ia menambahkan bahwa relaksasi pajak yang dikeluarkan pemerintah tidak berujung pada penurunan pandapatan negara. Namun, relaksasi itu justru meningkatkan pendapatan negara.

Baca juga: Doa dan Zikir Setelah Salat Ashar, Arab dan Terjemahan

"Jadi waktu dikasih relaksasi bayangan orang kan pendapatan pemerintah turun, tapi naik karena volumenya naik. Karena pajak yang kita bayar kan banyak, ada PPN, PPnBM, ada bea balik nama. Yang direlaksasi pemerintah kan cuma PPnBM, tapi yang lain tetap diterima. Jadi ga selalu pengurangan pajak itu diikuti dengan pengurangan income pemerintah," tandasnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rakortas Stimulus Kuartal...
Rakortas Stimulus Kuartal II 2026: Berikut Paket Insentif Fiskal, hingga Biaya Transportasi
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Porsi Free Float Dipenuhi...
Porsi Free Float Dipenuhi hingga 40%, OJK Ungkap Emiten Bakal Dapat Insentif Pajak
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Dikira Cosplayer, Ternyata...
Dikira Cosplayer, Ternyata Shotaro Odate adalah Otak di Balik Inovasi Honda
Rekomendasi
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved