Atasi Krisis Pangan di Papua, Menko PMK Ungkap Rencana Arahan Presiden

Kamis, 10 Agustus 2023 - 15:12 WIB
loading...
Atasi Krisis Pangan...
Menko PMK, Muhadjir Effendy menyampaikan, bahwa pemerintah saat ini berencana mempercepat pembangunan gudang logistik dan penempatan pasukan statis aparat keamanan di Distrik Agandugume. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK ), Muhadjir Effendy menyampaikan, bahwa pemerintah saat ini berencana mempercepat pembangunan gudang logistik dan penempatan pasukan statis aparat keamanan di Distrik Agandugume.

"Sehingga nanti kalau sudah ada aparat keamanan disana, kita harap maskapai penerbangan merasa aman dan terlindungi ketika harus mendarat disana (Agandugume)," jelas Muhadjir saat memimpin Rapat Tingkat Menteri Penanganan Dampak Bencana Kekeringan di Kabupaten Puncak Provinsi Papua Tengah, Rabu (9/8/2023).

Baca Juga: BNPB: Masyarakat Terdampak Kelaparan di Papua Tengah Bertambah Jadi 8 Ribu Orang

Terdapat tiga distrik di Kabupaten Puncak yang terdampak akibat krisis pangan ini yaitu Distrik Agandugume, Lambewi, dan Oneri. Menko Muhadjir menyebut semua proses terus dilakukan terutama dalam penanganan jangka pendek.

Sedangkan untuk jangka menengah maupun panjang akan dibahas melalui Rapat Terbatas dengan Bapak Presiden, baru kemudian dikoordinasikan dengan Kementerian/Lembaga terkait.

Baca Juga: Jokowi Perintahkan Menko PMK dan Mensos Segera Atasi Bencana Kelaparan di Papua Tengah

Untuk bantuan jangka pendek, pemerintah terus memastikan kebutuhan pangan, obat-obatan, dan infrastruktur dasar dapat terpenuhi termasuk penanganan ibu hamil serta menyusui hingga beberapa bulan kedepan.

Pembangunan lumbung pangan permanen dan jalan dari Sinak ke Agandugume akan dilakukan sebagai upaya jangka menengah, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melaluinya dan suplai kebutuhan bahan pangan bisa lebih cepat sampai.

Karena menurut Muhadjir selain faktor cuaca, jalan yang dilalui sangat tidak memadai untuk kendaraan. Saat ini hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki selama 2 hari 1 malam dari Sinak menuju Agandugume. Hal tersebut menjadi kendala pemerintah dalam mensuplai bantuan logistik.

"Ini yang menyulitkan kita termasuk cuaca yang sulit ditebak. Tetapi Alhamdulilalh beberapa hari ke depan bisa ditangani dengan baik dan kita pastikan tiga bulan kedepan tidak ada masalah dalam pemenuhan pangan sampai menunggu pulihnya sektor pertanian di tiga distrik ini," ucap Muhadjir.

Sedangkan rencana jangka panjang, penguatan infrastruktur komunikasi dengan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) menjadi salah satu yang prioritas, sehingga informasi lebih cepat tersampaikan. Selain itu, perlunya penguatan aspek keterlibatan masyarakat sekitar dalam rangka membangun keterikatan sosial yang lebih baik.

"Pesan Bapak Presiden, supaya nanti ketika membangun itu melibatkan unsur masyarakat terutama penduduk asli sana, itu kalo bisa dirangkul untuk ikut terlibat didalam program ini termasuk pada program-program berikutnya," tuturnya.

Seluruh proses penanganan dikoordinasikan oleh BNPB, serta perpanjangan status darurat menyesuaikan dengan layanan operasional darurat bencana kekeringan.

Pada Rapat tersebut turut hadir secara luring Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Pj. Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Pangdam XVI/Cendrawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan, Bupati Puncak Willem Wandik, Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno, Direktur Utama PT POS Indonesia Faizal Rochmad, dan perwakilan Kementerian/Lembaga lainnya secara daring.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Prediksi Suram IMF Soal...
Prediksi Suram IMF Soal Perang AS-Israel vs Iran: 45 Juta Orang Terancam Kelaparan
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
AS Dituding Sengaja...
AS Dituding Sengaja Dorong Warga Kuba ke dalam Kelaparan
FAO Peringatkan Penutupan...
FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun
Muhadjir Effendy Penuhi...
Muhadjir Effendy Penuhi Panggilan KPK usai Minta Pemeriksaannya Ditunda
Rekomendasi
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved