Mentan SYL Siapkan Strategi Tatik Laju Hadapi Serangan El Nino
Jum'at, 11 Agustus 2023 - 15:25 WIB
loading...
Mentan SYL terus berupaya menjaga produksi pangan hadapi El Nino. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ( Mentan SYL ) meminta pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat El Nino agar tidak berpengaruh terhadap penurunan produksi pangan. Menurutnya, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) salah satu lumbung pangan nasional menjadi perhatian serius Kementerian Pertanian (Kementan) untuk dilakukan pengawalan dan didorong menerapkan berbagai program terobosan yang operasional.
Baca juga: Hadapi Dampak El Nino, Mentan Pastikan Stok Beras Nasional Aman
Upaya itu untuk menjawab tantangan terhadap ancaman global, yakni perubahan iklim ekstrem, krisis ekonomi dunia, dan dampak Covid-19 yang belum pulih.
"Pertemuan terkait antisipasi El Nino ini sangat relevan dan penting sekali. Kalau tidak diantisipasi dengan baik, El Nino mempunyai dampak yang signifikan terhadap penurunan produksi," ujar Mentan SYL dalam keterangannya, Jumat (11/8/2023).
Mentan SYL menuturkan produksi pangan di Provinsi Kalsel sebenarnya tidak memiliki persoalan. Namun demikian, Kalsel adalah lumbung pangan nasional, khususnya sebagai penyangga pangan Pulau Kalimantan harus meningkatkan lagi pengalaman dan praktik-praktik yang sudah berjalan dengan baik dalam menanggulangi perubahan iklim ekstrem kekeringan.
"Provinsi Kalsel adalah salah satu daerah penopang pangan nasional, selain 6 daerah lainya. Saya minta Kalsel menyiapkan lahan untuk hadapi El Nino ini 100 ribu hektare, kita booster untuk menghasilkan pangan. Kita terapkan Tatik Laju yaitu tanam, petik, olah, jual. Kita susun agenda aksinya sampai dengan marketnya. Jangan hanya tanam saja. Hasilnya kita simpan dipergudangan yang ada untuk suplai kebutuhan masyatakat hingga Papua," sambungnya.
Mentan SYL menyebutkan Kementan memiliki beberapa upaya dalam mengantisipasi dan adaptasi dampak El-Nino, yakni identifikasi dan mapping lokasi terdampak kekeringan, serta mengelompokkan menjadi daerah merah, kuning dan hijau.
Baca juga: Hadapi Dampak El Nino, Mentan Pastikan Stok Beras Nasional Aman
Upaya itu untuk menjawab tantangan terhadap ancaman global, yakni perubahan iklim ekstrem, krisis ekonomi dunia, dan dampak Covid-19 yang belum pulih.
"Pertemuan terkait antisipasi El Nino ini sangat relevan dan penting sekali. Kalau tidak diantisipasi dengan baik, El Nino mempunyai dampak yang signifikan terhadap penurunan produksi," ujar Mentan SYL dalam keterangannya, Jumat (11/8/2023).
Mentan SYL menuturkan produksi pangan di Provinsi Kalsel sebenarnya tidak memiliki persoalan. Namun demikian, Kalsel adalah lumbung pangan nasional, khususnya sebagai penyangga pangan Pulau Kalimantan harus meningkatkan lagi pengalaman dan praktik-praktik yang sudah berjalan dengan baik dalam menanggulangi perubahan iklim ekstrem kekeringan.
"Provinsi Kalsel adalah salah satu daerah penopang pangan nasional, selain 6 daerah lainya. Saya minta Kalsel menyiapkan lahan untuk hadapi El Nino ini 100 ribu hektare, kita booster untuk menghasilkan pangan. Kita terapkan Tatik Laju yaitu tanam, petik, olah, jual. Kita susun agenda aksinya sampai dengan marketnya. Jangan hanya tanam saja. Hasilnya kita simpan dipergudangan yang ada untuk suplai kebutuhan masyatakat hingga Papua," sambungnya.
Mentan SYL menyebutkan Kementan memiliki beberapa upaya dalam mengantisipasi dan adaptasi dampak El-Nino, yakni identifikasi dan mapping lokasi terdampak kekeringan, serta mengelompokkan menjadi daerah merah, kuning dan hijau.
Lihat Juga :