10 Negara dengan Utang Paling Sedikit di Dunia, Nomor 9 Sedang Perang
Jum'at, 11 Agustus 2023 - 19:23 WIB
loading...
A
A
A
2. Hong Kong
Rasio utang terhadap PDB: 3
IMF telah melaporkan bahwa rasio utang terhadap PDB Hong Kong mencapai 3%, dengan PDB sebesar USD368,14 miliar pada 2021. Kebijakan keuangan yang bijaksana dengan tidak mengandalkan pembiayaan defisit, Hong Kong berhasil menjaga tingkat utang tetap rendah.
Negara ini memiliki penyangga modal dan likuiditas yang substansial, dan sektor keuangannya secara keseluruhan adalah yang terbaik. Pertumbuhan ekonomi terus berlanjut, dengan pendapatan yang sebagian besar berasal dari aktivitas ekonomi domestik dan layanan pariwisata.
3. Rasio utang terhadap PDB: 7,1
Kuwait memiliki sektor publik yang besar dengan negara kesejahteraan yang besar. Pengeluaran untuk gaji, transfer, dan subsidi sangat besar, itulah sebabnya mengapa pembangunan dan pengeluaran proyek tetap dibatasi.
Negara ini memiliki sekitar 6% cadangan minyak dunia yang menyumbang lebih dari setengah PDB-nya. Permintaan eksternal yang lambat pada tahun 2023, ditambah dengan pemangkasan produksi minyak, berarti pertumbuhan akan lebih lambat. Oleh karena itu, PDB diperkirakan akan meningkat 2,6%.
4. Afghanistan
Rasio utang terhadap PDB: 7,4
Utang Afghanistan terhadap PDB terlihat rendah, meskipun negara ini memiliki risiko tinggi terhadap masalah utang luar negeri. Negara ini tidak hanya menghadapi situasi keamanan yang rapuh tetapi juga kekurangan pendapatan domestik, situasi politik yang tidak menentu, dan depresiasi nilai tukar yang cepat.
Keberlanjutan utang negara ini sebagian besar bergantung pada aliran masuk hibah donor yang terus menerus untuk menutupi defisit fiskal dan eksternal yang cukup besar.
5. Turkmenistan
Rasio utang terhadap PDB: 8
Turkmenistan terletak di posisi strategis antara China, Rusia, dan Eropa. Negara ini memiliki cadangan gas alam terbesar keempat di dunia. Negara ini memiliki rekening publik yang sehat dan tingkat utang yang rendah secara keseluruhan.
Tahun 2023 diperkirakan akan menjadi periode pertumbuhan bagi negara ini. Namun, negara ini sangat bergantung pada hidrokarbon, menyumbang 60% ekspor pada tahun 2021.
6. Azerbaijan
Rasio utang terhadap PDB: 3
IMF telah melaporkan bahwa rasio utang terhadap PDB Hong Kong mencapai 3%, dengan PDB sebesar USD368,14 miliar pada 2021. Kebijakan keuangan yang bijaksana dengan tidak mengandalkan pembiayaan defisit, Hong Kong berhasil menjaga tingkat utang tetap rendah.
Negara ini memiliki penyangga modal dan likuiditas yang substansial, dan sektor keuangannya secara keseluruhan adalah yang terbaik. Pertumbuhan ekonomi terus berlanjut, dengan pendapatan yang sebagian besar berasal dari aktivitas ekonomi domestik dan layanan pariwisata.
3. Rasio utang terhadap PDB: 7,1
Kuwait memiliki sektor publik yang besar dengan negara kesejahteraan yang besar. Pengeluaran untuk gaji, transfer, dan subsidi sangat besar, itulah sebabnya mengapa pembangunan dan pengeluaran proyek tetap dibatasi.
Negara ini memiliki sekitar 6% cadangan minyak dunia yang menyumbang lebih dari setengah PDB-nya. Permintaan eksternal yang lambat pada tahun 2023, ditambah dengan pemangkasan produksi minyak, berarti pertumbuhan akan lebih lambat. Oleh karena itu, PDB diperkirakan akan meningkat 2,6%.
4. Afghanistan
Rasio utang terhadap PDB: 7,4
Utang Afghanistan terhadap PDB terlihat rendah, meskipun negara ini memiliki risiko tinggi terhadap masalah utang luar negeri. Negara ini tidak hanya menghadapi situasi keamanan yang rapuh tetapi juga kekurangan pendapatan domestik, situasi politik yang tidak menentu, dan depresiasi nilai tukar yang cepat.
Keberlanjutan utang negara ini sebagian besar bergantung pada aliran masuk hibah donor yang terus menerus untuk menutupi defisit fiskal dan eksternal yang cukup besar.
5. Turkmenistan
Rasio utang terhadap PDB: 8
Turkmenistan terletak di posisi strategis antara China, Rusia, dan Eropa. Negara ini memiliki cadangan gas alam terbesar keempat di dunia. Negara ini memiliki rekening publik yang sehat dan tingkat utang yang rendah secara keseluruhan.
Tahun 2023 diperkirakan akan menjadi periode pertumbuhan bagi negara ini. Namun, negara ini sangat bergantung pada hidrokarbon, menyumbang 60% ekspor pada tahun 2021.
6. Azerbaijan
Lihat Juga :