Ngebet Gabung BRICS, Iran Cari Dukungan dari Afrika Selatan
Sabtu, 12 Agustus 2023 - 16:11 WIB
loading...
Iran meminta dukungan dari pemerintah Afrika Selatan, untuk memuluskan keinginannya menjadi anggota BRICS. Foto/Ilustrasi
A
A
A
PRETORIA - Iran meminta dukungan dari pemerintah Afrika Selatan, untuk memuluskan keinginannya menjadi anggota BRICS. Rencana ekspansi lima negara berkembang yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan dengan akronim BRICS itu, bakal dibahas pada pertemuan puncak di akhir bulan Agustus 2023.
Baca Juga: Rusia Terus Dihantam Sanksi Barat, Bank BRICS Masuki Masa Sulit
Iran merupakan salah satu dari sejumlah negara yang melobi untuk bergabung dengan blok ekonomi tersebut, yang diperkirakan akan membuat pernyataan tentang ekspansinya pada KTT 22-24 Agustus yang akan diadakan di Afrika Selatan.
"Kami berharap bahwa Republik Islam Iran akan memperoleh kesempatan untuk mempercepat keanggotaan di BRICS, dengan dukungan kuat dari Afrika Selatan dan anggota lainnya," ujar Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian di Pretoria, seperti dilansir Bloomberg.
Baca Juga: Melawan BRICS, AS Dapat Dukungan dari Negara Tetangga
Iran juga mendorong BRICS untuk menambahkan negara-negara lain yang ingin bergabung termasuk Arab Saudi, Indonesia dan Uni Emirat Arab, dimana diyakini oleh Amirabdollahian, akan semakin mengkonsolidasikan BRICS.
Keputusan Iran bergabung dengan BRICS, berpotensi memicu kemarahan AS (Amerika Serikat) yang telah menjatuhkan sanksi terhadap negara tersebut. Hubungan antara keduanya menjadi tegang, sejak runtuhnya perjanjian untuk mengekang program nuklir Iran pada 2018.
Perluasan BRICS dan kemungkinan kehadiran Iran di KTT tidak ditujukan untuk membangun blok anti-Barat, seperti disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, Naledi Pandor pada awal pekan lalu.
BRICS sendiri terus memperkuat pengaruhnya sebagai sebuah blok baru. Dimana anggotanya mewakili lebih dari 42% populasi dunia dan menyumbang 23% dari produk domestik bruto global dan 18% dari perdagangan, membuat adanya tuntutan untuk memberikan lebih banyak pengaruh.
Baca Juga: Rusia Terus Dihantam Sanksi Barat, Bank BRICS Masuki Masa Sulit
Iran merupakan salah satu dari sejumlah negara yang melobi untuk bergabung dengan blok ekonomi tersebut, yang diperkirakan akan membuat pernyataan tentang ekspansinya pada KTT 22-24 Agustus yang akan diadakan di Afrika Selatan.
"Kami berharap bahwa Republik Islam Iran akan memperoleh kesempatan untuk mempercepat keanggotaan di BRICS, dengan dukungan kuat dari Afrika Selatan dan anggota lainnya," ujar Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian di Pretoria, seperti dilansir Bloomberg.
Baca Juga: Melawan BRICS, AS Dapat Dukungan dari Negara Tetangga
Iran juga mendorong BRICS untuk menambahkan negara-negara lain yang ingin bergabung termasuk Arab Saudi, Indonesia dan Uni Emirat Arab, dimana diyakini oleh Amirabdollahian, akan semakin mengkonsolidasikan BRICS.
Keputusan Iran bergabung dengan BRICS, berpotensi memicu kemarahan AS (Amerika Serikat) yang telah menjatuhkan sanksi terhadap negara tersebut. Hubungan antara keduanya menjadi tegang, sejak runtuhnya perjanjian untuk mengekang program nuklir Iran pada 2018.
Perluasan BRICS dan kemungkinan kehadiran Iran di KTT tidak ditujukan untuk membangun blok anti-Barat, seperti disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, Naledi Pandor pada awal pekan lalu.
BRICS sendiri terus memperkuat pengaruhnya sebagai sebuah blok baru. Dimana anggotanya mewakili lebih dari 42% populasi dunia dan menyumbang 23% dari produk domestik bruto global dan 18% dari perdagangan, membuat adanya tuntutan untuk memberikan lebih banyak pengaruh.
(akr)
Lihat Juga :