Rupiah Makin Parah, Hari Ini Anjlok Sentuh Level Rp15.341 per USD
Selasa, 15 Agustus 2023 - 16:08 WIB
loading...
A
A
A
Kekhawatiran ini dapat dimengerti karena hasil industri Juli tumbuh 3,7% dari tahun sebelumnya, melambat dari laju 4,4% yang terlihat di bulan Juni. Sedangkan penjualan ritel Juli naik 2,5%, turun dari kenaikan 3,1% bulan sebelumnya, menambah kekhawatiran tentang goyahnya pemulihan pasca-pandemi di ekonomi terbesar kedua di dunia.
Adanya kekhawatiran bahwa inflasi yang kaku akan mendorong Federal Reserve atau Bank Sentral AS (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama dari yang diperkirakan para pedagang sebelumnya.
Data penjualan ritel AS terbaru akan dirilis Selasa malam dan dapat menambah perdebatan. Sejauh ini konsumen AS telah bertahan bahkan dalam menghadapi kenaikan suku bunga, dan lebih banyak kekuatan dapat semakin mendorong dolar.
Seperti halnya gejolak politik AS yang terus berlanjut, dengan mantan Presiden AS Donald Trump dihantam dengan lebih banyak dakwaan kriminal ketika dewan juri Georgia mengeluarkan dakwaan Senin malam yang menuduhnya mencoba membalikkan kekalahan pemilu 2020 dari Demokrat Joe Biden.
Dari sisi internal, pemerintah menegaskan bahwa kondisi ekonomi global masih menunjukkan pelemahan. Hal ini tercermin dari PMI (purchasing managers index) Manufaktur global yang masih dalam posisi kontraktif yaitu dibawah 50. Terutama dari negara-negara seperti Eropa dan Tiongkok yang merupakan dua negara besar yang PMI nya lemah.
Di sisi lain, PMI Manufaktur Indonesia masih berada di zona ekpansif yang menguat yaitu berada di level 53,3 pada Juli 2023. Menkeu menjelaskan, sedangkan Eropa sangat turun di level 42,7. Kemudian Tiongkok masih berada di 49,2, Amerika Serikat (AS) 49,0, dan Jepang juga negatif di level 49,0.
Adanya kekhawatiran bahwa inflasi yang kaku akan mendorong Federal Reserve atau Bank Sentral AS (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama dari yang diperkirakan para pedagang sebelumnya.
Data penjualan ritel AS terbaru akan dirilis Selasa malam dan dapat menambah perdebatan. Sejauh ini konsumen AS telah bertahan bahkan dalam menghadapi kenaikan suku bunga, dan lebih banyak kekuatan dapat semakin mendorong dolar.
Seperti halnya gejolak politik AS yang terus berlanjut, dengan mantan Presiden AS Donald Trump dihantam dengan lebih banyak dakwaan kriminal ketika dewan juri Georgia mengeluarkan dakwaan Senin malam yang menuduhnya mencoba membalikkan kekalahan pemilu 2020 dari Demokrat Joe Biden.
Dari sisi internal, pemerintah menegaskan bahwa kondisi ekonomi global masih menunjukkan pelemahan. Hal ini tercermin dari PMI (purchasing managers index) Manufaktur global yang masih dalam posisi kontraktif yaitu dibawah 50. Terutama dari negara-negara seperti Eropa dan Tiongkok yang merupakan dua negara besar yang PMI nya lemah.
Di sisi lain, PMI Manufaktur Indonesia masih berada di zona ekpansif yang menguat yaitu berada di level 53,3 pada Juli 2023. Menkeu menjelaskan, sedangkan Eropa sangat turun di level 42,7. Kemudian Tiongkok masih berada di 49,2, Amerika Serikat (AS) 49,0, dan Jepang juga negatif di level 49,0.
Lihat Juga :