Rupiah Makin Parah, Hari Ini Anjlok Sentuh Level Rp15.341 per USD
Selasa, 15 Agustus 2023 - 16:08 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali ditutup melemah semakin parah pada perdagangan Selasa (15/8/2023) dengan penurunan 26 poin. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa (15/8/2023), dengan penurunan 26 poin di level Rp15.341 dari penutupan sebelumnya di Rp15.315.
Baca Juga: Data Suram Ekonomi China: Ekspor Anjlok 14,5% dan Impor Merosot Tembus 12 Persen
Kejatuhan kurs rupiah juga terlihat menurut data JISDOR BI (Bank Indonesia), dimana hari ini bertengger pada level Rp15.346 per USD. Posisi tersebut lebih lemah dari sesi sebelumnya di posisi Rp15.323/USD.
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS telah menguat setelah rilis sejumlah indikator ekonomi China yang mengecewakan sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang pertumbuhan global, mendorong permintaan untuk safe-haven greenback.
“Sebelum rilis data Tiongkok, Bank Rakyat Tiongkok terkejut dengan keputusan memangkas suku bunga utama untuk kedua kalinya dalam tiga bulan bulan pada hari Selasa untuk menopang ekonomi negara yang tergagap-gagap,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (15/8/2023).
Baca Juga: Masalah Ekonomi China Bertambah, Raksasa Properti Country Garden Rugi Rp114,8 Triliun
Baca Juga: Data Suram Ekonomi China: Ekspor Anjlok 14,5% dan Impor Merosot Tembus 12 Persen
Kejatuhan kurs rupiah juga terlihat menurut data JISDOR BI (Bank Indonesia), dimana hari ini bertengger pada level Rp15.346 per USD. Posisi tersebut lebih lemah dari sesi sebelumnya di posisi Rp15.323/USD.
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS telah menguat setelah rilis sejumlah indikator ekonomi China yang mengecewakan sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang pertumbuhan global, mendorong permintaan untuk safe-haven greenback.
“Sebelum rilis data Tiongkok, Bank Rakyat Tiongkok terkejut dengan keputusan memangkas suku bunga utama untuk kedua kalinya dalam tiga bulan bulan pada hari Selasa untuk menopang ekonomi negara yang tergagap-gagap,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (15/8/2023).
Baca Juga: Masalah Ekonomi China Bertambah, Raksasa Properti Country Garden Rugi Rp114,8 Triliun
Lihat Juga :