alexametrics

Ekspor Topang Pertumbuhan Ekonomi Jepang

loading...
Ekspor Topang Pertumbuhan Ekonomi Jepang
Ekonomi Jepang pada kuartal keempat tahun lalu tumbuh positif didukung ekspor karena yen melemah. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
TOKYO - Ekonomi Jepang pada kuartal keempat tahun lalu tumbuh positif didukung ekspor karena yen melemah.
Data hari ini menunjukkan ekonomi terbesar ketiga di dunia ini tumbuh 1,0% secara tahunan pada kuarrtal IV/2016, sejalan dengan perkiraan pasar 1,1% menyusul revisi 1,4% pada periode Juli-September.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (13/2/2017), pertumbuhan ekspor Jepang pada kuartal IV membantu ekonomi di tengah melemahnya permintaan domestik. Namun, terjadi kekhawatiran surplus perdagangan akan terus-menerus.

Selama Perdana Menteri Shinzo Abe dengan Presiden AS Donald Trump menahan dari retorika sebelumnya melawan Jepang untuk menggunakan stimulus moneter untuk melemahkan yen dan memperoleh keuntungan perdagangan yang tidak adil. Tapi analis meragukan hal akan berlangsung lama.



Menteri Ekonomi Nobuteru Ishihara mengatakan, Jepang tetap dalam tren pemulihan moderat dan diharapkan momentum positif untuk dipertahankan, tetapi dengan catatan tetap hati-hati pada prospek.

"Perhatian harus dibayar untuk ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi di pasar keuangan," katanya kepada wartawan setelah rilis data GDP.

Analis berhati-hati tentang prospek bahkan di tengah yen yang melemah telah memberikan dampak pada ekspor. "Fakta bahwa ekonomi tumbuh kuartal berturut keempat di belakang ekspor harus dianggap sebagai tanda lulus bagi para pembuat kebijakan," kata Hidenobu Tokuda, ekonom senior di Mizuho Research Institute.

"Namun, kekuatan sektor korporasi belum menyebar ke rumah tangga yang menghadapi biaya hidup lebih tinggi dan ketidakpastian masa depan. Kuncinya adalah bagaimana menyesuaikan harga upah riil tumbuh untuk mendukung konsumsi swasta dari sekarang," tuturnya.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak