Modi: Ekonomi India Akan Berada di Antara 3 Besar Dunia dalam 5 Tahun

Minggu, 20 Agustus 2023 - 18:43 WIB
loading...
Modi: Ekonomi India...
Perdana Menteri atau PM India, Narendra Modi mengatakan, ekonomi India akan berada di antara tiga besar di dunia dalam waktu lima tahun. Foto/Dok
A A A
NEW DELHI - Perdana Menteri atau PM India, Narendra Modi mengatakan, ekonomi India akan berada di antara tiga besar di dunia dalam waktu lima tahun. Hal itu Ia sampaikan saat menandai 76 tahun kemerdekaan India dari pemerintahan Inggris, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: BRICS Jadi Magnet Bagi Puluhan Negara, China Goyah Soal Calon Anggota Baru

Mengenakan sorban multi-warna, Modi berpidato di Mughal-era Red Fort abad ke-17 di New Delhi, dimana Ia mengatakan, pemerintahnya telah mengangkat lebih dari 130 juta orang keluar dari kemiskinan dan bahwa kemakmuran India yang tumbuh adalah peluang bagi dunia.

"Ketika kemiskinan menurun di suatu negara, kekuatan kelas menengah meningkat pesat. Dalam lima tahun ke depan, saya berjanji India akan berada di antara tiga ekonomi teratas di dunia," katanya.

Baca Juga: India Dilanda Bentrok Antar Etnis, Mosi Tidak Percaya Hantui Narendra Modi

Pernyataan Modi terlontar, setelah tahun lalu laporan dari S&P Global dan Morgan Stanley memperkirakan bahwa ekonomi India akan menyalip Jepang dan Jerman untuk menjadi yang terbesar ketiga di dunia pada tahun 2030. Mereka mengatakan ledakan ekonomi India akan didorong oleh offshoring, investasi di bidang manufaktur, pertumbuhan infrastruktur digital dan transisi energi.

Ekonomi India senilai USD3,5 triliun telah mampu melewati Inggris tahun lalu untuk menjadi yang terbesar kelima. Modi mengatakan, dia yakin bahwa ketika India menandai 100 tahun kemerdekaan pada tahun 2047, India akan melakukannya sebagai negara maju.

Pemerintah memperkirakan, ekonomi India akan tumbuh sebesar 6-6,5% tahun ini, menempatkannya di antara ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Akan tetapi, meskipun pertumbuhan ekonomi terbilang stabil, pemerintahan Modi telah berjuang untuk meredam kekhawatiran terjadinya lonjakan pengangguran.

Kondisi tersebut membuat pemerintah Modi berada di bawah tekanan untuk menghasilkan lapangan pekerjaan yang cukup, terutama menjelang pemilihan umum pada tahun 2024, di mana Partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata disukai untuk menang.

Tingkat pengangguran di India dilaporkan telah tumbuh selama setahun terakhir, mencapai 8% bulan lalu, menurut Pusat Pemantauan Ekonomi India.

Modi tidak membahas masalah ini dalam pidatonya, sebaliknya Ia memuji perjalanan India selama beberapa dekade. "Kami beruntung memiliki demografi, demokrasi dan keragaman," katanya, setelah mencatat bahwa India sekarang adalah negara terpadat di dunia menurut beberapa perkiraan.

Pemerintah India belum merilis data populasi resmi, dan sensus terakhirnya adalah dari 2011. Modi menyoroti kebangkitan India di panggung global dan mengatakan, tatanan dunia baru muncul setelah pandemi Covid-19.

"India menjadi suara Selatan secara global. Kami membawa janji stabilitas ke dunia," katanya, seraya menambahkan bahwa semua mata akan tertuju pada India saat menjadi tuan rumah KTT G-20 di New Delhi bulan depan.

Perdana menteri juga mengulangi seruan perdamaian di negara bagian timur laut Manipur, di mana perang saudara hampir berkecamuk selama berbulan-bulan dan menewaskan lebih dari 150 orang. Dia mengatakan, negara itu berdiri bersama rakyat Manipur dan resolusi itu hanya dapat dicapai melalui perdamaian.

Sejak bentrokan antara dua kelompok etnis dominan meletus pada awal Mei, penduduk di Manipur telah memprotes pemerintah negara bagian, yang diperintah oleh partai Modi, dan menyerukan pemecatan menteri utamanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Menpar: Prambanan Jadi...
Menpar: Prambanan Jadi Jembatan Pariwisata Budaya dan Spiritual Indonesia-India
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Rekomendasi
Bea Cukai dan Polri...
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 7,9 Kg Sabu dan 5 Ribu Ekstasi di Bengkalis
Kadar Emas Batangan...
Kadar Emas Batangan yang Ditemukan di Rumah Febrie Adriansyah 23 Karat
BTS Rilis Video Musik...
BTS Rilis Video Musik NORMAL, Tayang Perdana Eksklusif di Spotify
Berita Terkini
Penguatan IHSG Tak Terbendung...
Penguatan IHSG Tak Terbendung Sentuh 6.175, Diwarnai Lompatan 363 Saham
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Podomoro University Cetak Wirausaha Berbasis Pasar Modal
Brand Footprint 2026,...
Brand Footprint 2026, Lemonilo Raih Fastest Growing On the Go Snack
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved