Ancaman PHK Massal Disebut Lagu Lama Freeport Tekan Pemerintah

Selasa, 21 Februari 2017 - 15:40 WIB
Ancaman PHK Massal Disebut...
Ancaman PHK Massal Disebut Lagu Lama Freeport Tekan Pemerintah
A A A
JAKARTA - Ancaman PT Freeport Indonesia yang akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) seiring belum sepakatnya perubahan kontrak untuk mendapatkan izin ekspor konsentrat, menurut Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) merupakan cara lama untuk menekan pemerintah. Karena itu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diminta untuk tidak takut dan tunduk terhadap perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

(Baca Juga: Orang Dekat Donald Trump Pegang 7% Saham Freeport )

Ketua Kampanye JATAM Melky Nahar mengungkapkan, Freeport bukan kali ini saja terlibat perseteruan dengan pemerintah. Di masa lalu, raksasa tambang asal AS ini juga pernah tidak sepaham dengan aturan pemerintah dan menjadikan isu PHK massal sebagai senjata menaklukkan pemerintah.

"Ada nyanyian lama yang selalau didendangkan Freeport. Pertama, isu soal PHK karyawan. Itu jelas saat pergolakan terjadi, yang dimunculkan Freeport itu isu PHK ribuan karyawan," katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (21/2/2017).

(Baca Juga: Tambang Freeport Lumpuh Total, 33.000 Pekerja Dirumahkan )

Tak hanya itu, Freeport juga selalu mengancam membawa kasus dengan pemerintah Indonesia ke hadapan arbitrase internasional. Serta melibatkan beberapa suku di Papua agar kemauannya dituruti, dengan tameng masyarakat Papua tidak mau kegiatan pertambangan di Tanah Rajawali -julukan Papua- disetop.

"‎Kalau kita cek persoalan selama ini, pergolakan antara Freeport dan pemerintah, rata-rata isu ini (PHK karyawan dan mengadu ke arbitrase) selalu dinyanyikan Freeport untuk tekan pemerintah," imbuh dia.

Lebih lanjut dia berharap, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tidak langsung percaya dengan ancaman-ancaman yang digembar-gemborkan Freeport. Sebab, di rezim-rezim sebelumnya pemerintah selalu tunduk terhadap kemauan Freeport.

"‎Rezim sebelumnya pemerintah tunduk terhadap apa yang jadi kemauan Freeport. Pemerintah seolah tidak bisa berbuat apa-apa dan seenaknya diatur. Ini menjadi tantangan pemerintah, sehebat UU atau PP yang dihasilkan, kalau political willnya pemerintah seenaknya diatur oleh Freeport, tidak akan pernah selesai ini," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
11 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
49 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Perlu Tindakan Cepat...
Perlu Tindakan Cepat Pemerintah untuk Antisipasi Badai PHK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved