Komisi VII DPR Dukung PCJL Maksimalkan Pengembangan Blok Jabung
Kamis, 24 Agustus 2023 - 22:14 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Argentina, Iran, Arab Saudi, Mesir, UEA dan Ethiopia Jadi Anggota Baru BRICS
Sementara itu, ekonom sekaligus Direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Ekonomi dan Masyarakat Ade Manggala Hardianto menilai upaya pemerintah untuk menarik investor sudah cukup bagus. Menurut dia, regulasi terkait hulu migas, antara lain melalui fleksibilitas kontrak yakni Cost Recovery PSC atau Gross Split PSC, penawaran WK migas yang menarik, perbaikan sistem perizinan, serta regulasi lainnya sudah cukup menarik bagi investor."Lalu beberapa insentif fiskal juga sudah diberikan," imbuhnya.
Senada dengan Rofik, Ade mengingatkan agar pemerintah dan SKK Migas fokus mendorong berbagai aspek lain untuk menjamin peningkatan produksi migas. "Selain soal investasi, soal insentif fiskal dan non-fiskal, koordinasi antarkementerian, kebijakan satu pintu yang proaktif di pusat dan daerah maupun kepastian hukum sangat penting diperhatikan," tegasnya.
Dia juga berharap hengkangnya sejumlah perusahaan migas dunia dari Indonesia, menjadi catatan dan bahan evaluasi bagi pemerintah. Dengan begitu, iklim investasi hulu migas di Indonesia dan regulasi maupun peraturan terkait energi yang ada di daerah akan lebih ramah bagi para pelaku usaha.
Dia juga berharap di masa transisi menjelang pergantian kepemimpinan nasional dan kepala daerah seperti saat ini, stabilitas perekonomian dan iklim investasi dapat terus terjaga. "Ketidakpastian di dunia bisnis tidak boleh terjadi. Sebaliknya, dukungan dan berbagai fasilitas bagi dunia usaha harus diberikan agar laju investasi terus meningkat," tandasnya.
Sementara itu, ekonom sekaligus Direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Ekonomi dan Masyarakat Ade Manggala Hardianto menilai upaya pemerintah untuk menarik investor sudah cukup bagus. Menurut dia, regulasi terkait hulu migas, antara lain melalui fleksibilitas kontrak yakni Cost Recovery PSC atau Gross Split PSC, penawaran WK migas yang menarik, perbaikan sistem perizinan, serta regulasi lainnya sudah cukup menarik bagi investor."Lalu beberapa insentif fiskal juga sudah diberikan," imbuhnya.
Senada dengan Rofik, Ade mengingatkan agar pemerintah dan SKK Migas fokus mendorong berbagai aspek lain untuk menjamin peningkatan produksi migas. "Selain soal investasi, soal insentif fiskal dan non-fiskal, koordinasi antarkementerian, kebijakan satu pintu yang proaktif di pusat dan daerah maupun kepastian hukum sangat penting diperhatikan," tegasnya.
Dia juga berharap hengkangnya sejumlah perusahaan migas dunia dari Indonesia, menjadi catatan dan bahan evaluasi bagi pemerintah. Dengan begitu, iklim investasi hulu migas di Indonesia dan regulasi maupun peraturan terkait energi yang ada di daerah akan lebih ramah bagi para pelaku usaha.
Dia juga berharap di masa transisi menjelang pergantian kepemimpinan nasional dan kepala daerah seperti saat ini, stabilitas perekonomian dan iklim investasi dapat terus terjaga. "Ketidakpastian di dunia bisnis tidak boleh terjadi. Sebaliknya, dukungan dan berbagai fasilitas bagi dunia usaha harus diberikan agar laju investasi terus meningkat," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :